Jhon Hery Depresi Ditinggal Istri, Nekat Gantung Diri

Jhon Hery Depresi Ditinggal Istri, Nekat Gantung Diri
Ilustrasi

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Diduga depresi ditinggal sang istri, pasca menghidap penyakit diabetes kering, seorang bapak satu anak nekat menghabisi nyawa dengan cara gantung diri, di bedeng H Olah Jalan Kancil Putih 1 Rt 35 Rw 10 Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang, Selasa (21/7) pukul 06.00 Wib.

Korban diketahui atas nama Jhon Hery bin Kailani (38) buruh harian lepas, ternyata sebagai warga Dusun II Rt 04 Desa Bailangu Timur Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Korban ditemukan sudah dalam posisi tergantung mengunakan tali tambang warna hijau di bagian samping rumah bagian alang rumah sento 55 teras samping rumah kontrakan sepuluh korban.

Menurut penuturan Sari (36) kerabat korban, korban yang baru 5 hari tiba di Palembang, sebelumnya sempat dirawat di tempat orang tuanya karena sakit diabetes kering yang dialaminya. Karena rasa rindu akan istri dan anaknya korban pun ke Palembang. "Sejak sakit dia (korban) berobat di orang tuanya selama 1,5 bulan sementara istrinya balik ke Palembang dengan alasan cari duit. Setelah sehat ke Palembang cari istri dan anaknya, selama di Palembang dia numpang," ungkap Sari.

Dikatakan Sari, ternyata kehadiran korban sedikit mendapat penolakan dari sang istri. Akan tetapi pihak keluarga berencana hari ini (21/07) akan mempertemukan kembali korban dengan sang istri. "Hari ini (21/07) rencana kami mau antar dia ke rumah istrinya. Tapi dak sempat," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Khodijah (42) salah satu keluarga korban. Sebelum kejadian korban sempat tidur dengan anaknya di ruang televisi dengan momen menyedihkan jika korban bercerita kepada sang anak-anak pergi selamanya. "Anaknya kemarin dia (korban) jemput dari rumah istrinya. Semalam dia tidur sama anaknya. Tapi sebelum tidur, dia seperti pamit sama anaknya itu," ujar Khodijah.

Masih dikatakan beliau, jenazah Jhon ditemukan di bedeng yang ditinggali Khodijah dan keluarganya. Khodijah mengatakan Jhon yang dalam kondisi sakit, terus memikirkan anak dan istrinya, diperparah lagi sang istri tidak mau kembali padanya menjadikan Jhon semakin terpuruk. "Anaknya tadi cerita, semalam ayahnya sempat bilang kalau mau pergi jauh. Katanya nanti adek bisa lihat ayah, tapi ayah tidak bisa lihat adek,"ujarnya.

Penemuan jenazah korban pertama kali ditemukan oleh anak pemilik bedeng. Anak pemilik bedeng menduga Jhon hanya sedang berdiri. Namun setelah didekati ternyata sebuah tali telah tergantung di lehernya. "Anaknya Jhon tadi nangis histeris. Tidak menyangka akan seperti ini. Dia bilang kenapa ayah tinggalkan adek," tutur Khodijah.

Sekitar pukul 10.00 Wib, jenazah korban Jhon Hery dilakukan pemeriksaan luar oleh tim dokter forensik yang dipimpin oleh Kompol dr Mansuri. Pelaksanaan Pemeriksaan Luar berjalan hanya satu jam, dari pemeriksaan diketahui jika korban meninggal dunia murni gantung diri. "Tadi kita melakukan pemeriksaan luar pada jenazah seorang laki laki kiriman dari Polsek Ilir Barat 1, hasil pemeriksaan  korban gantung diri, terbukti ada tanda jelas di bagian leher. Selanjutkan jenazah kita serahkan ke penyidik untuk dimakamkan oleh pihak keluarga," ujar Kompol dr Mansuri.

Oleh pihak keluarga jenazah korban dibawa untuk dimakamkan di kawasan TPU Puncak Sekuning. (Ly).