Genangan di KM 12 Saluran Tersumbat, Butuh Pelebaran

Genangan di KM 12 Saluran Tersumbat, Butuh Pelebaran
Foto: Dok PU BM Kota Palembang - Petugas yang diiterjunkan oleh Dinas PU BM Kota Palembang untuk membersihkan saluran yang tersumbat di lokasi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Hanya beberapa jam setelah mendapat posting dari salah seorang warga di KM 12, Agus tepatnya di SPBU KM 12 yang tergenang air, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (DPU PR) Kota Palembang, Ir Bastari Yusak, MT langsung menerjunkan petugas ke lokasi. "Ini tim kami sudah di lapangan," kata Bastari, Sabtu (24/10).

Kondisi jalan di sekitar SPBU KM 12 yang tergenang air pasca hujan, Sabtu (24/10)  (FOTO: IST)

Petugas dari PU BM Kota Palembang yang membersihkan sampah di saluran dekat lokasi. (FOTO: Dok PU BM Kota Palembang)

FOTO: Dok Dinas PU Kota Palembang 

Sebelumnya, Agus warga di sekitar SPBU KM 12 Palembang merasa resah karena setiap kali hujan turun agak deras, di lokasi tempat tinggalnya selalu banjir bahkan tergenang air. "Kolam renang di KM 12, tiap musim hujan selalu tergenang. Minta tolong Pak Walikota, Wakil Walikota, Sekda Kota Palembang, nasib kami di perbatasan kota," demikian curhatan Agus yang disampaikan kepada mediasriwijaya.com, kemarin.

Bastari yang langsung merespon keluhan ini dengan menurunkan tim ke lokasi mengatakan bahwa genangan di kawasan yang dimaksud (SPBU KM 12, red) sudah sejak zaman dulu terjadi. Menurutnya, karena salurannya tidak terkoneksi. "Jadi genangan di situ kan sudah sejak dulu karena salurannya tidak terkoneksi dan cross drain (gorong-gorong) kapasitasnya sudah tidak memadai lagi. Insya Allah tahun depan ada kegiatan pembangunan jalan oleh swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) non-tol di situ, akan dibangun juga bangunan pelengkapnya termasuk salurannya," ujarnya via pesan WA. 

Menurutnya, pihaknya sudah mengusulkan ke Balai Jalan Nasional agar saluran dan cross drain dilebarkan karena saluran di kawasan tersebut tidak hanya menarik air dari jalan tetapi juga air dari pemukiman penduduk. Selain itu, kondisi di bawah POM bensin di lokasi ini juga mengalami sumbatan. "Sudah kami usul ke rekan- rekan di Balai Jalan Nasional agar salurannya dilebarkan karena saluran jalan tersebut tidak hanya menarik air dari jalan tapi juga air dari pemukiman. Kondisi saluran yang di bawah POM bensin juga mengalami sumbatan," katanya. 

Terpisah, Ir. R.A. Marlina Sylvia, M.Si., M.Sc., IPM Kabid SDA, Irigasi dan Limbah PU BM Kota Palembang sangat berharap adanya kesadaran masyarakat untuk tidak sembarangan menutup saluran air. Menurutnya, harus dipahami bahwa tidak semua saluran air boleh ditutup plat "Nah ini banyak masyarakat yang malah menguasai sungai/anak sungai/sempadan sungai/saluran. Pasti katek surat izin membangun ataupun sertifikat. Ditegor cak cak dak tau, lanjut be bangun sekendaknyo. Giliran nak dibongkar nak ribut. Padahal kan ngelanggar aturan yaitu PP No 38 Tahun 2011 dan Perwako No 55 Tahun 2014. Nah kalu nak bebas banjir, warga Palembang juga harus taat aturan. Kalu nak bangun rumah, buat izin dulu. Jangan langsung tecagak rumah anggon bae, saluran katek malahan saluran yang ado ditutup atau dikecike. Giliran banjir/tergenang, nyalahke pemerintah" ujar Marlina seraya menambahkan bahwa sampah juga menjadi masalah klasik penyebab banjir/genangan. Keberadaan sampah di saluran mengakibatkan aliran air terhambat bahkan tidak bisa lewat sehingga timbul genangan. (saf)