Enggan Bayar Kredit PD Buat Laporan Palsu

Enggan Bayar Kredit  PD  Buat Laporan Palsu
Mobil yang diamankan sebagai barang bukti

PAGARALAM, MEDIASRIWIJAYA  - Berusaha lepas dari kejaran debt collector (penagih utang) dari perusahaan jasa perkreditan kendaraan bermotor karena sudah Empat bulan menunggak membayar cicilan mobil, Ponidi nekat mendatangi Polsek Dempo Tangah untuk membuat laporan palsu terkait kasus pencurian mobil. Namun, bukannya lepas dari jerat utang kepada leasing, Ponidi (51) yang merupakan warga Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan dibantu dua rekannya Edi (41) juga Zili (46) ini justru berurusan dengan polisi. Niat yang tidak ingin lagi meneruskan cicilan kredit mobil dan tidak ingin mobilnya ditarik leasing, malah menjadi senjata makan tuan baginya.

Modus Ponidi yang berusaha mengarang cerita kalau mobilnya dicuri oleh orang tak dikenal saat parkir di jalan Simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tangah akhirnya terungkap setelah polisi usai melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Ponidi pun langsung ditangkap dan diamankan di sel tahanan atas perbuatannya yang membuat laporan palsu.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara,S.ik,MH  melalui Kapolsek iDempo Tengah  Ipda Ramsi mengatakan tersangka mendatangi Polsek Dempo Tengah 16 April dan 17 April 2020 melaporkan mobil Carry Futura Pickup miliknya dibawa kabur oleh pencuri.
“Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Dempo Tengah di Back up Pidum Polres Pagaralam, langsung melakukan olah TKP dimana mobil Ponidi dicuri orang. Dari keterangan tersangka, mobilnya hilang di Jalan Simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tengah sekitar 16 April 2020,” kata Kapolsek, Rabu (8/7).
Ipda Ramsi menambahkan, saat penyidik menanyakan apakah mobil itu dibayar lunas atau masih kredit. "Sudah lunas," jawabnya. Akhirnya pelaku dibawa lagi ke Polsek Dempo Tengah.

“Dengan teknik khusus, kepada penyidik, pelaku pun kemudian mengakui telah membuat laporan itu karena mobilnya sudah empat bulan menunggak cicilan dan sudah tidak bisa membayarnya. Selain itu, pelaku juga tidak ingin mobilnya ditarik sehingga berusaha mencari cara dengan membuat laporan palsu,”jelas Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui mobil tersebut dijual di daerah Manna Provinsi Bengkulu. Setelah itu, pihaknya melakukan penjemputan mobil dan dijadikan sebagai barang bukti. “Atas dasar itu pelaku langsung kita tetapkan tersangka dalam kasus laporan palsu, untuk mobilnya sudah kita amankan di Polsek Dempo Tengah,” saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan untuk proses hukum selanjutnya," kata Kapolsek.(Repi)