Dongkrak Peran PPID Verifikasi Data

Dongkrak Peran PPID Verifikasi Data
(saft)
Dongkrak Peran PPID Verifikasi Data
Dongkrak Peran PPID Verifikasi Data

PALEMBANG, MEDIASRIWAYA.com - Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam menjalankan Undang-undangan (UU)  No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), ditunjukkan dengan adanya setiap tahun pertemuan sekaligus pembinaan terhadap Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Melalui Dinas Komuniasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang,  diharapkan dapat memperkuat pembinaan seluruh PPID pembantu. Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumsel (KIPS), Drs M Zaky Shahab didampingi Agus Srimudin, S PdI, M Ikom, Selasa (24/7/18) di sela-sela pertemuan dan pembinaan PPID di Grand Duta Syariah Hotel.

"Setiap tahun Diskominfo menggelar pembinaan, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada PPID,  bahwa keterbukaan publik dalam UU 14 no 2008 itu sangat penting," ujarnya.

Zaky berharap, melalui PPID masyarakat umum tidak terhalang untuk mendapatkan informasi.

Ditambahkan Agus yang juga bertindak sebagai narasumber bahwa lahirnya UU tentang KIP merupakan salah satu anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia yang dipersembahkan bagi khalayak. Menurutnya, informasi serta merta sudah seharusnya disediakan,  kemudian ada berkala dan yang dikecualikan.

"Pemanfaatan itu harus ada website, sehingga dapat bisa dilihat secara keseluruhan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik program,  penganggaran dan lainnya," jelasnya. 

Agus mengatakan, hingga saat ini KIP Sumsel mendampingi sengketa lebih kurang 500 kasus, sisanya 50 sengketa dari data 2015 sampai 2018 ini. Tetapi kata Agus,  setiap tahun meningkat,  pemohon sengketa.

"Tahun ini saja ada 100 lebih dan yang paling mendominasi adalah laporan keuangan, baik perorangan maupun bandan hukum," katanya. 

Sementara itu Drs Azhari Msi, Kepala Seksi (Kasi) Layanan Informasi Publik Kominfo Palembang menjelaskan, peserta yang diundang ada dua tahap karena acara diselenggarakan dua hari mulai 23-24 Juli.

"Hari ini ada 38 peserta yang terdiri dari OPD,  Badan,  Dinas,  Kecamatan dan Kelurahan. Sedangkan sebelumnya ada 37, jadi lebih kurang 75 peserta PPID pembantu," jelasnya.

Azhari menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk mendorong seluruh PPID pembantu untuk segera menyusun data-data tentang keterbukaan publik, dengan harapan agar masyarakat lebih muda mendapatkan informasi melalui website PPID. 

"Untuk pembinaan setiap tahun kita gelar,  makanya setelah sosialisasi ini kita minta seluruh PPID pembantu yang tersebar segera menginventarisir seluruh data masing-masing,  seperti data dinas kesehatan kesiapan RS,  jumlah kamar inap,  atau perhotelan yang menginformasikan jumlah room yang tersedia dan lainnya," terangnya. 

Ke depan kata Azhari, masing-masing PPID dapat klasifikasi membuat verifikasi data secara cepat. Kominfo sebagai utama menyampaikan layanan informasi publik.

"Harapan kita melalui layanan ini dapat lebih cepat mengetahui informasi,  efektif dan efisien," harapnya.  (saft)