Ditlantas Polda Terapkan Program ETLE

Ditlantas Polda Terapkan Program ETLE
Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Program 100 hari ke depan calon Kepala Polri (Kapolri) Komjen Listyo Sigit Prabowo, salah satunya mengedepankan mekanisme penegakan hukum yang berbasis Elektronik khusus di Bidang Lalu Lintas, melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Khusus di Kota Palembang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinand Hotman Sirait menilai jika Program ETLE Calon Kapolri dapat diterapkan mengingat fasilitas pendukung tersedia. "Di beberapa tempat sudah pada siap ETLE, jadi penegakan hukum untuk menggunakan teknologi informasi yang ada di Sumsel ini sangat berpotensi karena Polda sendiri dan instansi sendiri sudah ada CCTV- CCTV yang sudah tergelar," ungkap Kombes Pol Hotman, Sabtu (23/1).

Dijelaskan Dirlantas Polda Sumsel, beberapa aspek pendukung, untuk pelajarannya tinggal menunggu sinergi antara Instansi terkait."Saya rasa speknya sudah support mengarah ke ETLE itu, tinggal kita sinergikan untuk bagaimana dipadukan untuk masuk ke dalam penegakan hukum yang berbasis internet itu itu seperti ETLE itu," jelasnya.

Dalam penerapan ETLE, diterangkan Kombes Pol Hotman, jika setiap pelanggaran yang tertekan CCTV, bisa membayar melalui Bank yang ditunjuk yang berbasis E-Tilang, jika tidak memenuhi kewajiban akan di saksi berupa pemblokiran STNK.

"Jika dia akan dikenakan denda dengan membayar di BRI masih berbasis e-tilang itu, bayar ke BRI untuk membayar denda. Jika dia tidak bayar dalam waktu yang telah ditentukan itu, ujungnya pada pemblokiran STNK, dia akan sulit jika tidak patuh itu hasil tangkapan kamera CCTV ini dalam penerapan ETLE ini." ingatnya.

Hadirnya ETLE diharapkan, mampu meminimalisir penyimpangan penilangan saat Anggota Polisi Lalu Lintas melaksanakan tugas dan perdebatan saat proses penilangan dengan masyarakat, sehingga petugas hanya bertugas mengatur lalu lintas saja.

Untuk itu warga masyarakat diimbau agar lebih tertib berlalu lintas ciptakan budaya tertib berlalu lintas dimulai dari diri sendiri khusus Kota Palembang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumsel. "Jadi meringankan polisi dalam debat di lapangan untuk masalah penilangan lalu lintas tersebut. Tapi lagi-lagi saya berharap kepada masyarakat Sumsel terutama di kota besar harusnya lebih tertib dari cara berlalu lintasnya dibandingkan daerah lainnya karena kota provinsi harus menjadi contoh untuk Tertib Berlalu Lintas memperhatikan keselamatan dirinya di jalan raya," imbaunya. (Ly).