Di tengah Pandemi, DPK BRI Justru Tumbuh Rp 73 Miliar

Di tengah Pandemi, DPK BRI Justru Tumbuh Rp 73 Miliar
Foto: Iah - Kacab BRI Sriwijaya Syarif Budiman saat diwawancarai, Rabu (14/10) di ruang kerjanya.

* Cashless Meningkat 4 Kali Lipat
* Bukti Kepercayaan Masyarakat Tetap Tinggi
    

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Bank BRI Cabang Sriwijaya kembali melakukan pengundian program Panen Hadiah Simpedes. Pengundian periode I 2020 (Maret-Agustus) dilakukan di ballroom kantor tersebut dengan grand prize satu unit mobil tersebut diraih oleh Dwi Yuniati.

Kepala Cabang BRI Sriwijaya Syarif Budiman mengatakan pengundian kali ini adalah periode pertama pada 2020 yang merupakan agenda rutin dan digelar satu tahun dua kali. Menurut Syarif, ikut program ini sangat mudah. Nasabah cukup menambung RP 100 ribu akan mendapatkan 1 kupon dan perhitungan kupon berlaku kelipatan saldo.  Jadi semakin besar saldo tabungan Simpedes maka semakin banyak kupon yang didapat sehngga peluang untuk memenangkan hadiah pun semakin besar.

Diakuinya, pada pandemi covid 19 ekonomi memang tengah sulit dan seluruh sektor mengalami penurunan. Kendati begitu, ia memastikan program Panen Hadiah Simpedes yang merupakan program apresiasi kepada nasabah tetap berjalan seperti biasa. "Tahun ini penuh tantangan, tapi kami tetap berjalan seperti biasa begitupun program. Bahkan dana pihak ketiga (DPK) pun tetap tumbuh positif di tengah penurunan ekonomi global. Tercatat hingga saat ini DPK tumbuh Rp 73 miliar. Ini menunjukan kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uang di bank masih tetap tinggi. DPK ini diproyeksi akan tetap tumbuh apalagi pihaknya pun punya program digital saving yakni pembukaan rekening zaman now. "Nasabah bisa buka rekening cukup dari rumah dengan menggunakan handphone," katanya.

Nantinya, lanjut dia, nasabah yang ingin mendapatkan buku tabungan, ATM hingga aktiviasi mobile banking tinggal datang ke BRI cabang terdekat. Jadi sekarang buka tabungan sangat simpel. "Pandemi ini covid 19 ini mendorong peningkatan transaksi digital dan cashless. Tercatat selama pandemi ini terjadi peningkatan 4 kali lipat dari sebelum pandemi. Nah, kalau ditanya berapa persen komposisi transaksi digital dan costumer  kami belum lakukan pendataan, tapi yang pasti cashless meningkat," katanya. (saf)