Danau Ulak Lia Tempat Favorit Keluarga Bupati Muba DRA

Danau Ulak Lia Tempat Favorit Keluarga Bupati Muba DRA
Thia Yufada (tengah) bersama unsur terkait saat mengikuti rapat bersama, Kamis (23/7) lalu.

SEKAYU, MEDIASRIWIJAYA - Di Sumatera Utara ada Danau Utara, Sumatera Barat ada Danau Singkarak, nah Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ada Danau Ulak Lia. “Saya dan keluarga sering berkunjung ke Danau Ulak Lia, dan tempat ini menjadi spot yang favorit bagi kami," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan, Hj Thia Yufada Dodi Reza yang merupakan istri Bupati Muba Dodi Reza Alex (DRA), Senin (27/7).

Menurut mantan presenter televisi swasta terkenal di Indonesia ini, eksotik dan pesona Danau Ulak Lia tak kalah dengan objek serupa di provinsi lain di Indonesia. Bahkan diakui Thia dengan rencana polesan pembangunan yang sudah dirapatkan pada Kamis (23/7) lalu, dirinya optimis Danau Ulak Lia kan menjadi satu dari sekian objek wisata di Kabupaten Muba yang juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk rutin dikunjungi. "Bakal indah dan bagus Danau Ulak Lia ini jika dilakukan pengembangan pembangunan. Maka, dalam penyusunan perencanaan pengembangan pembangunan ini harus betul-betul berkualitas,” ujar Thia membenarkan bahwa dirinya juga ikut serta pada rapat rencana pengembangan kawasan Danau Ulak Lia yang akan menjadi objek andalan dunia pariwisata di Kabupaten Muba ini.

Thia juga mengatakan bahwa meskipun pembangunan Danau Ulak Lia ini akan dilakukan secara bertahap dengan pemanfaat anggaran bersama setiap OPD yang terkait. Namun tetap harus disosialisasikan kepada UMKM yang bisa membantu perekonomiannya dengan membangun outlet, musala dan toilet umum. Setelah itu dibuat juga informasi yang jelas, agar sebelum berkunjung setiap orang dapat melakukan persiapan. 

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata berencanan akan mengembangkan kawasan wisata Danau Ulak Lia, hal ini diketahui dalam rangkaian Rapat Rencana Pengembangan Pembangunan Danau Ulak Lia dalam rangka Sinkronisasi Program Pariwisata, Ruang Terbuka Hijau dan Budaya di Kabupaten Muba di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate pada beberapa hari lalu.

Rapat yang dipimpin oleh Asisten Bidang Perekomonian dan Pembangunan Ir Yusman Sriyanto MT mengatakan adanya program dari pariwisata untuk melakukan pengembangan pembangunan Danau Ulak Lia yang ada di Muba, merupakan hal yang positif. “Ini sebuah master plan secara keseluruhan, untuk itu masing-masing OPD dipersilahkan untuk membuat perencanaan kemudian koordinasi bersama dengan pariwisata setelah itu lakukan tindakan. Rencana Pengembangan Pembangunan Danau Ulak Lia dalam rangka Sinkronisasi Program Pariwisata, Ruang Terbuka Hijau dan Budaya di Kabupaten Muba. Ini sudah kita bahas Kamis (23/7) lalu saat menggelar rapat di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate,” ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Yusman Sriyanto MT saat dikonfirmasi ulang prihal rapat, Senin (27/7) pagi.

Yusman membenarkan bahwa rencana besar program pariwisata di Muba ini sesuai dengan arahan dari Bupati Muba, Dr Dodi Reza Alex yang senantiasa mensupport program-program unggulan yang diusung dinasnya. Diakuinya, dengan support Bupati ini, pihaknya senantiasa tertantang untuk terus berivonasi. Apalagi dengan bekerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait maka Yusman optimis apa yang diusung akan terwujud. "Apalagi pada saat rapat kemarin, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muhammad Fariz SSTP MSI menjelaskan bahwa di tahun 2019 ada 2 pembangunan yang dilakukan yaitu Dermaga dan Jogging Track sepanjang 945 meter Selanjutnya, untuk rencana pembangunan di tahun 2020 ini akan dibangun gazebo sebanyak 11 unit, pergola sebanyak 5 unit, gedung tourism informasi, dan pembangunan talud sepanjang 1.404 M. Selain itu yang perlu ditegaskan bahwa dari pengembangan pembangunan yang akan dilakukan ini tidak akan meninggalkan sejarah ataupun cerita rakyat yang berasal dari Danau Ulak Lia. Karena ini dibuat untuk menjadi ciri khas Kabupaten Muba dan menjadi bahan edukasi bagi siapa pun yang berkunjung,” tambah Yusman seraya menyebutkan bahwa potensi wisata harus diperkenalkan kepada masyarakat dengan cara bijaksana. "Jadi tidak hanya bertujuan untuk mempopulerkan tempat wisata yang ada, pengelolaan yang benar dan tepat sangat dibutuhkan agar kegiatan pariwisata yang dilakukan tetap ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi alam yang dapat mengorbankan keindahannya," ujarnya. (edy)