Dana Rp 14,95 Miliar Diterima OKI Berkat Berkinerja Baik Tangani Covid-19

Dana Rp 14,95 Miliar Diterima OKI Berkat Berkinerja Baik Tangani Covid-19

OKI, MEDIASRIWIJAYA - Penanganan pandemi covid 19 yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis oleh Pemerintah Kabupaten OKI melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Pemkab OKI selama ini ternyata tak sia-sia. Pemerintah Pusat pun memberikan apresiasi dengan memberikan Dana Insetif Daerah (DID) sebesar Rp 14.95 miliar.

Penetapan pemberian insentif ini tertuang dalam peraturan menteri keuangan nomor 87/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Intensif Daerah Tambahan Tahun 2020. Dana Insentif yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi berdasarkan indikator tertentu.

Kepala Dinas Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI, Ir. Munim, MM mengatakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) salah satu daerah yang mendapat tambahan DID di Indonesia."Ya kita dapat dana insentif sebesar Rp 14,95 miliar. Ini berkat kerja keras semua pihak dalam menangani Covid-19 di OKI," kata Mun’im, kemarin.
Munim menjelaskan, komponen penilaian Pemerintah pusat terhadap daerah dalam melakukan percepatan penanganan Covid 19 antara lain penyampaian laporan penyesuaian APBD Tahun 2020, Laporan kinerja bidang kesehatan, untuk pencegahan Covid-19 serta pelaksanaan jaring pengaman sosial/ekonomi bagi warga terdampak Covid-19. “Pemberian dana insentif daerah tambahan (DID tambahan) itu bentuk apresisiasi pemerintah kepada 171 pemerintah daerah se Indonesia,” ungkapnya.
Kriteria penilaian pemberian dana insentif daerah lainnya tambahan Munim di antaranya nilai epidemiologi, dan inovasi daerah menghadapi tatanan new normal serta kemampuan daerah menekan kurva penyebaran Covid-19.
“Nilai-nilai tersebut diakumulasi oleh Mendagri dalam bentuk besaran Dana Insentif Daerah (DID). Dana insentif tambahan ini digunakan untuk pemulihan ekonomi daerah seperti penguatan UMKM dan koperasi. Peruntukannya sesuai juknis kita gunakan untuk memulihkan perekonomian, terutama UMKM, koperasi, bantuan sosial hingga penanganan kesehatan," kata dia. (EG)