Dampak Corona, Daya Beli Masyarakat Beli Gas Elpiji Turun 30 Persen

Dampak Corona, Daya Beli Masyarakat Beli Gas Elpiji Turun 30 Persen
Foto: IST - ILUSTRASI

KARIMUN, MEDIASRIWIJAYA  – Sejak Covid-19 mewabah di Indonesia, daya beli masyarakat terus mengalami penurunan. Ini terjadi juga di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Untuk kebutuhan gas Bright LPG ukuran 5 kilogram mengalami penurunan mencapai yang
mencapai sekitar 30 persen dari biasanya. Salah satu agen pendistribusian Elpiji di Karimun, PT Sentral Jaya, Ken menjadi salah satu yang
mengalami dampak tersebut.

Menurut Ken, kondisi tersebut dapat dipastikan disebabkan oleh melemahnya ekonomi masyarakat yang saat ini terjadi. Wabah Covid-19 yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan yang menyebabkan daya beli masyarakat rendah. “Jika dilihat dengan Batam yang sempat terjadi kelangkaan, kita sebenarnya tidak terpengaruh. Hanya saja karena memang situasi Covid-19 ini, jadi agak sepi penjualan,” ujar Ken.

Kondisi serupa juga terjadi untuk kebutuhan LPG 12 kg. Padahal, besaran harga untuk kedua jenis LPG itu saat ini tidak terjadi kenaikan sama sekali. “Kalau harga nggak ada perubahan, untuk 5 kg itu Rp85 ribu dan 12 kg Rp170 ribu. Sama aja sih kalau harga,” kata Ken.

Saat ini perusahaannya hanya mampu mendistribusikan sebanyak 30 tabung untuk jenis LPG 5 kg dan 200 tabung untuk jenis LPG 12 kg. “Beberapa waktu belakangan ini kan pasar untuk LPG 5 kg ada dan 12 kg ini kan umumnya kedai, warung, rumah makan dan lain-lain. Situasi sulit sekarang ini orang lebih condong ke LPG 3 kg saja,” ungkap Ken.

Perihal ketersediaan gas LPG, Ken memastikan untuk kedua jenis LPG tersebut bisa dikatakan
aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Karimun. “Stok aman, masuk ke kita itu biasa 4 atau 5 lima hari,” tutupnya.(Sulis)