Bumi Bahari Laksanakan FGD Kelola Lahan Gambut untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Bumi Bahari Laksanakan FGD Kelola Lahan Gambut untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
Foto Ist

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Lembaga Kajian dan Penelitian Bumi Bahari akan melaksanakan fokus grup diskusi (FGD) dengan tema Sistem Pengelolaan Lahan Tidur/Gambut Terhadap Peningkatan Ekonomi Rakyat dan Pencegahan Karhutla.

"Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan di Hotel Batiqa, Rabu (16/10) dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten," kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Penelitian Bumi Bahari, Pipin SJ, di Palembang, Jumat.

Ia menambahkan, konsep untuk pengelolaan lahan tidur gambut tersebut menggunakan pendekatan kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat secara maksimal.

Sesuai dengan kesepakatan bersama Kepala Dinas Ketenagakrjaan dan Transmigrasi Ogan Ilir Ahmad Saili dan Direktur Pengembangan Usaha Transmigrasi Direktorat Jenderal dan Transmihrasi Supriadi mendukung penuh gerakan LKP Bumi Bahari mengoptimalkan lahan gambut dengan metode agroforestry berbasis kopi liberika, tambah dia.

Pipin menjelaskan, FGD nanti juga akan melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU antara Kementerian PDR dan Transmigrasi diwakili Dinas Transmigrasi Ogan Ilir dnegan LKP Bumi Bahari.

"MoU tersebut, menjadi landasan awal untuk mengembangkan metode perhutanan terpadu berbasis kearifan lokal di lahan gambut daerah tersebut," ujar dia.

Sementara luas lahan gambut di Indonesia mencapai sekitar 26,5 juta hektare di Sumatera Selatan terdapat sekitar 1.420.042 hektare dengan penyebaran di Kabupaten OKI 768.501 ha, Muba 593.311 ha dan Muaraenim 24.104 ha serta Musirawas 43.126 ha. 

Pengelolaan lahan gambut berbasis kopi liberika tersebut, mengadopsi dari sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi yang kini telah menjadi percontohan nasional, demikian ungkap dia.(rel)