BNN Sumsel Kembali Ungkap Kasus Jaringan Konek Internasional, Modus Simpan di Saringan Udara Kab Mobil Truk

BNN Sumsel Kembali Ungkap Kasus Jaringan Konek Internasional, Modus Simpan di Saringan Udara Kab Mobil Truk
Pengungkapan kasus jaringan narkoba

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil mengungkap dua jaringan nasional yang memiliki jaringan internasional dalam waktu dua hari. Dari pengerebekan tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka yaitu  tersangka M Nur bin Rajab (32), Tersangka Irwandy alias Wandi (36) dan Junaidi (33) dengan barang bukti narkoba jenis sabu 4.600 gram dan pil extacy sebanyak 7.000 butir. "Atas informasi masyarakat kita berhasil mengungkap dua jaringan nasional antar provinsi, dimana dua kasus tersebut memiliki hubungan dengan jaringan internasional," ungkap Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan Kepala BNN Sumsel, Senin (20/7).

Dijelaskan Kepala BNN Sumsel, Tim Pemberantas BNN Sumsel, untuk jaringan nasional ini diketahui barang haram tersebut sabu dan pil extacy berasal dari Malaysia, dibawa tersangka M Nur bin Rajab (32), warga Tembilahan Kabupaten Indra Giri Hilir Riau Indonesia.  Rencananya sabu dan pil extacy yang masuk ke Indonesia dari Tembilahan Kabupaten Indra Giri Hilir Riau ke Palembang Sumatera Selatan, mengunakan transportasi darat mengunakan Bus ATS, Kamis (16/7).

Tersangka M Nur diamankan bersama barang bukti saat Bus ATS istirahat di sebuah rumah makan RM Musi Indah. Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita narkotika jenis sabu sebanyak 4.000 gram yang dikemas dalam kemasan plastik susu bubuk milo. Sedangkan pil extacy 7.000 butir warna hijau muda yang tersimpan dalam sebuah tas ransel hitam. "Setiap bus yang melintas kita periksa, ketika Bus ATS melintas ditanya siapa yang naik dari Jambi, ditunjuklah si Nur, dilihatlah tas dibawa dicek didapatilah benda ini sabu yang dibungkus kemasan milo, ini jaringan internasional jika dilihat pada pil extacy untuk kadar amitaminnya hampir 99 persen kualitasnya tinggi," ujarnya.

Untuk mengungkap jaringan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penerima narkoba. "Begitu dilakukan penangkapan, ada orang yang memesannya di Palembang, di salah satu gang di Tangga Buntung, tapi dia (pemesan-red) tidak menemui dan ini masih lidik dan DPO kita," ujarnya.

Sementara itu, hanya selang dua hari, petugas kembali berhasil mengagalkan pengiriman narkotika dari jaringan lintas provinsi. Dua tersangka Irwandy alias Wandi (36) dan Junaidi (33) keduanya warga Aceh, bertugas mengantar pesanan narkoba ke Kabupaten Pali Sumsel mengunakan transportasi darat yaitu menumpangi sebuah truk Nopol BL 8560 PZ. Saat informasi pengiriman narkoba masuk ke jajaran tim pemberantas BNN Sumsel, petugas langsung melakukan penyidikan memeriksa setiap kendaraan yang mencurigakan. Saat mobil truk yang ditumpangi kedua tersangka berhenti di RM Pagi Sore di Babat Supat Muba, dan truk kembali melakukan pengisian BBM di SPBU petugas langsung melakukan pengerebekan. Dan didapati satu paket sabu dengan berat bruto 600 gram dilakban hitam tersimpan di saringan udara mobil truk tersebut."Sorenya kita mendapat informasi jika akan ada barang masuk dari Aceh, dibawa oleh I dan J dengan naik truk, waktu diperiksa kita menemukan sabu di dalam saringan udara kab mobil truk," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui jika kedua tersangka Irwandy dengan tersangka Junaidi, merupakan pemain baru yang bertugas melakukan survei rute akses masuk narkoba."Kedua tersangka ini bawa sabu dari Banda Aceh ini sebagai Survei mungkin, rencananya akan dikonsumsi di Pali," jelasnya.

Atas perbuatannya, ke tiga tersangka dijerat dengan Primer Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1). Undang Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 20 tahun dan hukuman mati. (Ly).