BM Bandara Silampari Direcofusing

BM Bandara Silampari Direcofusing
teks:IST-Akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) membuat pemerintah pusat melakukan refocusing berbagai anggaran termasuk untuk UPBU II Silampari.

* Operasional Tetap Jalan

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) membuat pemerintah pusat melakukan refocusing berbagai anggaran termasuk untuk UPBU II Silampari. Belanja modal untuk pembangunan fisik dan rehabilitasi gedung terminal Bandar Udara (Bandara) Silampari Lubuklinggau terkena recofusing selain operasional tetap berjalan. "Anggaran belanja modal Bandara Silampari tahun 2020 ini yang sudah dianggarkan pemerintah, dialihkan untuk penanganan Covid-19," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara II (UPBU) Silampari, Mega Herdiansyah, Selasa (22/9).

Alokasi dana belanja modal sebesar Rp 5 miliar tersebut, tambah Mega, direncanakan untuk pembangunan fisik dan rehabilitasi gedung terminal bandara."Ada beberapa bagian terminal Bandara Silampari sudah mengalami kerusakan dan sudah layak dilakukan rehabilitasi segera tetapi belanja modal untuk itu belum tersedia, "terangnya. Dijelaskan Mega, seperti beberapa plafon di area terminal bandara yang mengalami kerusakan karena rembesan hujan, serta penambahan interior untuk mempercantik area dalam terminal bandara. Turunnya volume penerbangan dialami sejak pandemi covid 19 karena diberlakukannya PSBB untuk wilayah DKI Jakarta begitu ketat hingga masyarakat lebih memilih jalan darat ada kelonggaran.

Penerbangan dari bandara Silampari ada tapi setiap hari dengan tiga maskapai, tapi saat ini hanya satu maskapai dengan dua kali penerbangan saja dalam sepekan penerbangan lokal tetapi untuk operasional Bandara kita anggap tidak ada kendala sebab kami hanya penyedia terminal, "katanya. (mud)