Banyuasin Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

Banyuasin Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI
teks:IST- H Askolani SH MH dan H Slamet Somosentono SH, Sili berganti meraih penghargaan. Kini penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan Tahun 2019 dengan capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Kamis .

BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA — Tiga Tahun memimpin Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, H Askolani SH MH dan H Slamet Somosentono SH, Sili berganti meraih penghargaan. Kini penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan Tahun 2019 dengan capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Kamis (29/10) Penghargaan tadi, berbentuk Plakat dan Piagam Opini WTP dari Menteri Keuangan RI atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh BPK RI, diserahkan oleh Menteri Keuangan melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Taukhid SE MSC IB MBA yang diterima oleh Bupati Banyuasin, Askolani di Gedung Auditorium Pemkab Banyuasin, Selasa (27/10) kemarin.

Diraihnya penghargaan tadi, karena dianggap berhasil menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan telah diaudit oleh BPK-RI dan menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Opini WTP yang diberikan BPK-RI terhadap LKPD Banyuasin sudah 9 kali diterima berturut-turut mulai dari tahun 2011-2019. Bupati Banyuasin, H Askolani SH MH menyatakan, bahwa perolehan opini WTP dari BPK RI merupakan hasil kerja keras SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Banyuasin, dan berharap penghargaan dari Kemenkeu tersebut menjadi pemantik agar bekerja lebih keras lagi, dengan harapan ke depan raihan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. “Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan hasil konsolidasi seluruh laporan keuangan SKPD yang selanjutnya LKPD tersebut melewati proses audit oleh BPK sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah yang terdiri dari tujuh komponen yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan," kata Askolani. Suami dari dr Sri Fitri Yanti ini juga menjelaskan, bahwa Opini WTP yang dicapai pada LKPD tahun 2019 merupakan bukti nyata pengelolaan keuangan daerah yang berkualitas sehingga patut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Selain piagam penghargaan, Kementerian Keuangan RI juga menyerahkan plakat kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin yang telah berhasil meraih opini WTP murni tanpa penekanan sebanyak 9 kali berturut-turut. "Prestasi ini sebagai wujud kerja keras seluruh lapisan staf Pemkab Banyuasin," ungkap Askolani yang penuh didukung oleh masyarakat dan lapisan ormas, dan lembaga di Bumi Sedulang Setudung.

Didampingi Wabup H Slamet saat penerimaan penghargaan, Askolani berharap, penghargaan ini mampu mendorong segenap unsur di lingkungan pemerintah kabupaten Banyuasin untuk senantiasa membudayakan perilaku-perilaku positif, disiplin, taat hukum, dan menjauhkan diri dari kemungkinan tindak korupsi sekecil apa pun. “Opini WTP adalah penilaian tertinggi atas kualitas pengelolaan keuangan yang menjamin bahwa informasi keuangan telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan. Hal ini harus terus dijaga dan dipertahankan oleh semua perangkat daerah dalam proses pertanggungjawaban anggaran dan memastikan semuanya disajikan secara transparan dan akuntabel," ucap Askolani. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Taukhid SE MSC IB MBA dalam pengantarnya mengatakan, bahwa penilaian opini WTP perlu perjuangan yang serius Pemerintah Daerah karena opini WTP merupakan opini tertinggi atas laporan keuangan Pemda yang dinilai transparan dan akuntabel. "Penghargaan yang diperoleh oleh pemerintah daerah Banyuasin tidak hanya berupa piagam tetapi juga plakat dari Kementerian Keuangan RI, karena telah berhasil meraih 9 kali berturut-turut opini WTP, dimana penghargaan plakat hanya diberikan apabila telah mencapai 5 kali berturut- turut memperolehan Opini WTP atas pemeriksaan LKPD," ujarnya. (ydp)