Arniza Nilawati Ajak Kader IMM Ambil Bagian dalam Penguatan Otonomi Daerah

Palembang, mediasriwijaya.com – Dalam melanjutkan agenda kerjanya, pada Rabu (3/8/2022) Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Arniza Nilawati, S.E., M.M., memenuhi undangan dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palembang (IMM) Universitas Muhammadiyah Palembang untuk tampil sebagai pembicara kunci dalam acara Pelatihan Instruktur Dasar Tingkat Nasional.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan tersebut mengambil tema “Transformasi Paradigma Kader Dalam Membentuk Instruktur yang Berlandaskan Fastabiqul Khairat”, dan berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Agustus 2022.

Turut hadir juga dalam kegiatan ini, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Perwakilan PW Muhammadiyah Sumatera Selatan, para pimpinan cabang IMM Sumsel, serta para peserta pelatihan instruktur dasar dari beberapa Provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan itu Senator Arniza Nilawati mengangkat tema bahasannya tentang Kepemimpinan dan penguatan lembaga kepemudaan dalam perspektif efektivitas otonomi daerah.

Dikatakan oleh Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, bahwa dewasa ini sangat dibutuhkan pemuda-pemuda yang memiliki karakter kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan para pemuda haruslah ditempa dan dibina secara spartan oleh organisasi kepemudaan yang menaunginya.

“Pada akhirnya para calon pemimpin muda termasuk kader IMM ini harus mengambil peran besar dalam proses penguatan otonomi daerah, dimana dengan kondisi otonomi daerah yang kuat, daerah akan lebih maksimal mensejahterakan masyarakatnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Senator Arniza Nilawati juga menekankan bahwa sebuah organisasi berada di dalam kebiasaan yang dinamis dan IMM tidak boleh diam saja, tetapi harus mampu dan aktif mewarnai nilai-nilai keislaman yang lebih mapan.

Oleh karena itu, menurutnya IMM harus bisa menganalisis fenomena saat ini agar dapat menghadirkan solusi baru. Sehingga akan menjadi nilai keilmuan yang luas dan bisa dikonversi menjadi satu kekuatan untuk memperjuangkan persyarikatan.

“Maka dari itu saya menekankan IMM perlu membangun link and match, yang memiliki keahlian dan persyarikatan juga memiliki ruang gerak yang lebih luas,” tambahnya.

(RZP/Riil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.