Amzulian: Pelayanan Publik masih Rentang Pungli

Amzulian: Pelayanan Publik masih Rentang Pungli
Ketua Ombudsman RI Amzulian Rivai menjadi pembicara pembinaan ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, MEDIASRIWIJAYA - Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rivai menyatakan, saat ini praktik pungutan liar (pungli) masih rentan bahkan kerap terjadi, khususnya di sektor pelayanan publik.

Padahal pemeritah sudah membentuk Satuan Petugas Sapu Bersih Pungli (Satgas Saber Pungli) melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Tujuannya untuk menyapu bersih segala bentuk pungli yang meresahkan masyarakat, katanya, melansir tribunsumsel, kemarin.

Menurut dia, keluarnya Perpres tersebut karena pemerintah menilai di negeri ini pungli sudah di stadium empat.

"Negara mengakui pungli ini menjadi salah satu problem serius," kata Amzulian.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) ini hadir di Kota Lubuklinggau menjadi pembicara pembinaan ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pemerintah ingin sekali Indonesia ini menjadi negara yang baik. Perilaku curang berupa praktik pungli juga tidak terlepas dari rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini tidaklah bersih.

"Bukan rahasia lagi kalau dulu mau jadi PNS itu banyak yang harus ngasih uang hingga ratusan juta. Baru kemudian sekitar 7-8 tahun terakhir, rekrutmen PNS dilakukan secara bersih, bahkan uang yang mau menyogok dikembalikan, kurang-kurangin dipolisikan," ungkapnya.

Oleh karena itulah, ia berharap seluruh PNS dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan tugas masing-masing.

PNS juga harus memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat karena memang tugasnya di sektor pelayanan publik.

Terkait masalah rekrutmen CPNS tahun ini Amzulian mengaku sedang berjalan, namun pihaknya mulai banyak mendapat laporan dari masyarakat yang masih merasa tidak puas.

"Untuk sekarang masih berjalan, laporan mulai ada terkait masalah administrasi, tapi ini tanggung jawab semuanya untuk mengawasinya," tambahnya.(net)