OMK Peserta IYD III Palembang Harus Ikut Lestarikan Budaya Setempat
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Berdinamika dengan masyarakat sekitar, segenap peserta IYD III 2023 di Palembang pada Selasa,(20/6) mengadakan kunjungan auting kebeberapa lokasi. Rasa persaudaraan dan kebhinekaan memaknai satu toleransi beragama yang sangat luar biasa yaitu kebinekaan kita yang perlu kita jaga. Dalam melaksanakan kegiatan Outing ke Lempuing Ogan Komering Ilir perbatasan Sumsel –Lampung yang berjarak 3,5 jam perjalanan menggunakan transportasi bus. Peserta IYD 2023 diajak ke Pura Puseh Dese Dharma Sari, mengunjungi Pondok Pesantren AN NUR dan Gereja Kristus Raja.
Berangkat dari GOR Dempo Jakabaring Palembang sekitar pukul 09.35 dan tiba di Lempuing pukul 13.00. Pura Puseh Dese Dharma Sari merupakan pura terbesar dan pusat dari desa adat yang ada di Kecamatan Lempuing Jaya, tepatnya berada di Desa Lubuk Siberuk. Selain ke Pura Puseh juga mengunjungi Pondok Pesantren AN NUR dan Gereja Kristus Raja Tugumulyo OKI.
Di pura tersebut, para peserta IYD berdinamika dengan umat Hindu. Mereka juga mendapat kesempatan untuk mempelajari budaya Hindu. Sambutan yang hangat itu membuat suasana outing menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi para perserta IYD III Palembang. Made Krisna, ketua PHDI Kecamatan Lempuing Jaya sekaligus ketua Pura Puseh Dese Dharma Sari, kepada peserta IYD III berpesan agar OMK tidak hanya beragama dengan baik tetapi juga berbudaya dengan baik. “OMK harus ikut melestarikan budaya di tempat kalian tinggal. Hal ini sama seperti apa yang terjadi pada orang Bali yang tinggal di Provinsi Sumatera Selatan ini. Masyarakat Bali membawa budaya Bali ke Sumatera Selatan, namun budaya Bali dan budaya Sumatera Selatan harus berjalan beriringan. Contohnya, tari Gending Sriwijaya, salah satu budaya di Sumatera Selatan yang diadaptasi dari budaya Bali,” pesannya.
Di Pondok Pesantren AN Nur peserta IYD mendapat penjelasan dari Dr KH Syamsudin Noor,M.Pdl tentang kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pesantren dan berdinamika dengan para pesantrennya dengan membuat ketupat,Hadroh dan desain grafis. Perjalanan dilanjutkan mengunjungi Gereja Kristus Raja di Tugumulyo OKI. Digereja Kristus disambut oleh Romo Eduardus Ngutra,MSC dan dewan pastoral paroki serta segenap umat, mereka diajak berkeliling sembari diberi penjelasan tentang sejarah dan situasi keragaman beragama di wilayah Ogan Komering Ilir. Pengalaman outing itu sungguh sangat menarik terutama bagi peserta IYD yang datang ke tempat itu. Terlihat mereka sangat antusias untuk mendengarkan dan mengikuti semua arahan yang disampaikan oleh pemateri. ( darisawalistyo/komsos Kapal, panitia IYD2023 )





