HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Diduga Hendak Mencuri Seorang Pemuda Tewas Usai Dihakimi Massa

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Seorang pemuda diduga hendak mencuri, tewas akibat luka benda tumpul dihakimi warga masyarakat, yang geram atas aksi pelaku hendak mencuri di kawasan Jalan PDAM Lorong Mandi Api IV, Rt 69 Rw 03 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB 1 Palembang, Rabu (17/5) sekitar pukul 01.00 Wib.

Pelaku diketahui berinisial RGP usia 22 tahun, warga Jalan HM Yusuf Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami, sempat terekam kamera pengawas atau CCTV meloncat tembok pagar rumah warga, dan berhasil ditangkap warga dan penjaga malam di Komplek Mandi Api.

RGP, diduga melakukan aksi pencurian tidak sendirian melainkan bersama seorang rekannya. Dalam aksinya RGP awalnya saat ditangkap warga dalam kondisi sehat mengingat yang bersangkutan tidak mengakui. Akan tetapi RGP berusaha kabur sambil berteriak maling, membuat warga emosi atas tingkah laku RGP.

Diduga pelaku ini, akhirnya tak berdaya ketika kepalanya dihantam benda tumpul hingga berdarah. Pelaku ini sempat dibawa warga bersama petugas Piket Polsek IB 1 Palembang ke Rumah Sakit Siti Kholijah Palembang, tapi nyawanya tak tertolong.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut, membenarkan jika korban ‘pengeroyokan’ merupakan pelaku pencurian yang berhasil ditangkap warga berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti. “Iya menurut keterangan saksi memang dia diduga, dia ini ditangkap warga dan satpam, kemudian dia ditangkap diamankan dini hari. Tapi dia melarikan diri sambil teriak teriak minta tolong, berhasil ditangkap warga dan digebuki, dimassalah,” ungkap Kombes Pol Harryo.

Masih dikatakan Kapolrestabes Palembang, hal ini juga diperkuat dari kamera pengintai atau CCTV yang tersebar di beberapa titik di kawasan Mandi Api IV, jika RGP ini terekam memanjat tembok. “Memang dari rekaman CCTV yang bersangkutan terindikasi menaiki tembok rumah orang, masuk ke rumah orang namun keluar lagi melalui tembok rumah yang lain lalu turun lari, dari situlah yang bersangkutan ditangkap petugas keamanan, yang bersangkutan melarikan diri dan akhirnya ditangkap warga,” ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo, melalui Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah langsung menurunkan tim gabungan Piket Pawas beserta dengan piket gabungan Fungsi Polsek IB. I Palembang mendatangi TKP. dan langsung melakukan olah TKP.

Pihak keluarga terduga RGP, tidak terima atas kematian korban, saat ini laporan keluarga RGP sudah diterima pihak Polrestabes termasuk pemeriksaan saksi- saksi. “Pihak keluarga (RGP) sudah melapor karena pihak keluarga mungkin tidak terima atas kejadian tersebut. Tapi yang pasti dari rekaman CCTV memang yang bersangkutan menaiki rumah orang, rekaman CCTV- nya ada. Ini yang sedang kita dalami, siapa yang mengamankan pertama kali, dan kasus ini masih dalam proses penyelesaian,” tegasnya.

Sementara itu, Asprianto (52) Ketua RT 69, saat ditemui di rumahnya, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reskrim Polrestabes Palembang, tidak mau berkomentar atas kejadian tersebut. “Maaf ya, takut salah, ini saja saya sama beberapa warga baru pulang dari Polrestabes terkait ini,” ujarnya.

Kondisi RGP akibat dihakimi masyarakat mengalami luka di bagian kepala, RGP oleh warga dan petugas polisi membawanya ke RS Siti Kholijah akan tetapi nyawanya tidak tertolong. Guna proses hukum jenazah terduga RGP ini dibawa ke Forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

Terduga RGP, menjalani pemeriksaan luar, di Forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, yang dipimpin langsung oleh AKBP dr Mansuri Sp.FM.

Hasil pemeriksaan luar tersebut, diketahui jika kematian RGP diduga kekerasan benda tumpul yang menghantam dasar kepala, ditandai keluar darah di hidung dan mulut.”Kita melakukan pemeriksaan luar (PL) sementara diduga kasus penganiayaan, yang kita temukan ada tanda- tanda kekerasan benda tumpul di kepala lukanya dominan di kepala, untuk jam kematian dibawa 12 jam,” ungkap AKBP dr Mansuri.

Jenazah RGP, akhirnya pada pukul 16.00 Wib dijemput pihak keluarga dari Ruang Forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang menuju ke rumah duka untuk dimhkamkan. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *