HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Jenazah Mr X Resmi Diserahkan RS Bhayangkara M Hasan Palembang kepada Pihak Keluarga

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara M Hasan Palembang, AKBP Dr Wahono Edhi Prastowo Sp PD FINASIM secara resmi menyerahkan jenazah Mr X yang telah teridentifikasi atas nama Kaswadi (51) kepada pihak keluarga bertempat di Aula Wira Dharma Cendikia RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Rabu (5/4).

Ia  mengatakan jenazah Mr X merupakan kiriman dari Polsek Rantai Alai Polres Ogan Ilir pada hari Senin (3/4) kemarin, dimana oleh pihak Forensik RS Bhayangkara dilakukan Pemeriksaan Luar. Dari Pemeriksaan Luar jenazah Mr X teridentifikasi atas nama Kaswadi usia 51 tahun, warga Dusun VIII Desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan, selanjutnya jenazah diserahkan pihak RS Bhayangkara ke pihak keluarga. “Hari ini kita menyerahkan jenazah yang ditemukan rekan -rekan penyidik dari Polres OI, Mr X ini ditemukan pada hari Senin kemudian kita lakukan pemeriksaan dari data sekunder dari bentuk jempol tidak lurus dan rambut warna putih kemerahan maaf giginya agak maju, pihak keluarga meyakini bahwa Mr X itu adalah keluarganya atas nama Kaswadi Bin Udin umur 51 tahun,” ungkapnya yang didampingi dr Yunita selaku KAUR Yandakpol dan Iptu Chairul selaku
PAUR Yandakpol RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Dijelaskan Karumkit, untuk Data Sekunder pada jenazah pada fisik, korban berusia 50 tahun, tinggi lebih kurang 165 cm, gigi tonggos atau maju, gigi tengah bagian atas hilang, alias tebal kanan dan kiri, di lutut kiri terdapat bekas luka tembak senapang angin dan jari kak kiri bentuk bersegi.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter forensic RS Bhayangkara M Hasan Palembang, usia lebih kurang 50 hingga 60 tahun. Tinggi lebih kurang 168 cm. gigi tonggos atau maju. Gigi tengah bagian atas hilang. Alias tebal. Di lutut kiri ada bekas luka tembak senapang angin dan jari kaki kiri bentuk bersegi. “dari hasil pemeriksaan luar dengan fisik korban dari keterangan adik korban bernama Tarmesi (45) semuanya IDENTIK” jelas AKBP Wahono.

Untuk proses pengidentifikasi dan penyebab kematian korban Kaswadi, dikatakan AKBP Wahono, mengingat kondisi tubuh jenazah yang belum proses pembusukan dan diduga korban Kaswadi memiliki riwayat sakit ganguan jiwa. “Korban ini ada riwayat selama ini sakit, perkiraan korban meninggal diperkirakan satu hari setelah ditemukan, kita tidak mengambil sampel dari pihak korban, karena mereka masih mengenali jenazah korban, kecuali jenazah rusak baru (pengambilan sampel – red),” ujarnya.

Sementara itu. Adik korban, Tarmesi (45), usai menerima langsung Sertifikat Kematian saudara kandungnya Kaswadi dari Karumkit Bhayangkara Palembang langsung mengatakan, jika korban sudah hilang dari pengawasan keluarganya lebih kurang satu bulan, dimana almarhumkorban Kaswadi ini memiliki riwayat sakit gangguan jiwa. “Benar itu kakak  saya, dia hilang hampir satu bulan setengah, dicari tidak ketemu, dapat informasi ada di sini, tahunya dari sesama petani dia melihatkan foto, lalu kami tanya sama Rantai Alai. Saya yakin itu saudara saya dari rambut putih kemerah merahan, gigi tonggos,” ujar Tarmesi.

Dengan keberhasilan pihak RS Bhayangkara M Hasan Palembang melalui Tim Dokter Forensi, Tarmesi segenap keluarga besar mengucapkan terimakasih atas upaya yang telah dilakukan pihak Polda Sumsel, dan rencananya almarhum Kaswadi akan dimakamkan di pemakaman keluarga. “Terimakasih  sebelumnya kepada Rumah Sakit Bhayangkara dan Polda Sumsel, rencana kakak saya ini akan dimakamkan di kampung,” ujarnya. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *