HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Ritual Cheng Beng Tahun 2023 di Pemakaman Umum Talang Kerikil Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Memasuki hari ke ziarah kubur atau dikenal Cheng Beng, masih banyak warga keturunan Tionghua berdatangan ke makam leluhur khususnya Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Talang Kerikir Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (3/4).

Ritual Sembahyang Cheng Beng tahun 2023, dilaksanakan sekitar dua bulan setelah pelaksanaan Hari Raya Imlek. Sembahyang Cheng Beng dilaksanakan awal Bulan April jatuh pada tanggal 5 April, “Jatuhnya tanggal 5, Cheng Beng bukan di Palembang saja tapi di seluruh Indonesia, Cheng Beng itu warga dan keturunan Tionghua  itu mengenang atau sembahyang leluhurnya, mengingat orang tua kita,” ungkap Koordinator Ritual Cheng Beng Chandra Husein.

Dikatakan Chandra Husein, ritual Cheng Beng ini juga untuk memperpanjang jalinan tali persaudaraan masyarakat Tionghoa. Karena dengan mengunjungi makam bersama keluarga akan meningkatkan jalinan tali silaturahmi antar keluarga. “Mengingat leluhur, orang tua, kalau saudara kita datang bisa berkumpul perpanjangan tali persaudaraan melepaskan perasaan yang tidak pernah ketemu, dan mempererat tali silaturahmi,” jelasnya.

Dikatakan Chandra, puncak Cheng Beng tanggal 5 April, mengingat Kota Palembang memiliki panitia, maka Cheng Beng di kota Palembang sudah dimulai sejak 1 April hingga 5 April mendatang. “Mereka yang ingin datang ziarah ke TPU Talang Kerikil kami atur tempat parkirnya semua ada panitianya dalam dua hari ini ritual Cheng Beng di TPU Talang Kerikil berjalan lancar dan aman, “terangnya.

Sementara itu, Djong Sun Kim (64) salah satu peziarah mengungkapkan dirinya setiap tahun melakukan sembahyang Cheng Beng mengunjungi makam orang tuanya, Yohanes Dong Djat Kim. Di makam orang tuanya selain sembahyang, juga dilakukan bakar uang kertas, baju, sepatu, melepaskan burung pipit dan menyediakan makanan yang disukai orang tuanya.”Kita bakar duet untuk dia jika mau ke mana- mana bisa jalan jalan sebagai ongkos, selain itu ada makanan -makanan seperti kutiau, bubur itu kesukaanya, jadi kalau kesukaan dia kita bakar,” ujar Djong Sun Kim. ( Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *