HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

UIN RF Palembang Gelar RTM Bermakna: Sukses Mutu, Kawal APT Menuju Unggul 2024

 

img

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA — Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tersebut bertempat di Aston Anyer Beach Hotel, dari tanggal 26 September sampai dengan tanggal  29 September 2022. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Muhammad Adil, M.A., Wakil Rektor II, Dr. Abdul Hadi, M.Ag., Wakil Rektor III, Dr. Hj. Hamidah, M.Ag., Ka.Biro AUPK, Dr. Abd. Rasyid, M.Ag., Ka.Biro AAKK, Drs. H. Jumari Iswadi, M.M., Ketua Unit serta Kabag dan Kasubag di UIN Raden Fatah Palembang.

Kegiatan dibuka Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S. Ag., M. Si. “Kegiatan ini adalah mutu secara kuantitas tidak diragukan lagi. Kualitas juga sedang selalu diupayakan agar UNGGUL sebagai target bersama untuk mencapai UNGGUL 2024,” pesan Nyayu Khodijah.

Selanjutnya penyampaian laporan Panitia Ketua LPM, Dr. Syahril Jamil, M. Ag. antara lain Rangkaian Kegiatan RTM, Evaluasi Kegiatan, Memerahkan Kekurangan,Melahirkan Sasaran Mutu Menjadi Kerangka Acuan Tahun 2023, Menjamin Siklus Mutu yang Penuh Harapan Ke Depan, serta Memperbaiki, Merawat Serta Menjamin Mutu menjadi Lebih Baik Dan Menjadi Unggul di Tahun 2024.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan dari Fakultas Informasi Institut Teknologi 10 November (ITS) yaitu Raditio Prasetio Wibowo, S.E. tentang Manajemen Integrasi Data Perguruan Tinggi.

Raditio menyampaikan bahwa peran integrasi sistem aplikasi sangat penting untuk perguruan tinggi. Karena bisa memberikan kemudahan dan memaksimalkan fasilitas universitas agar dapat memberikan layanan lebih baik kepada para mahasiswa. Karena tidak dapat dipungkiri jika menggunakan cara yang masih manual menimbulkan terjadinya redudansi data. “Setiap perguruan tinggi membutuhkan software integration system yang baik agar tidak terjadi duplikasi data pada beberapa aplikasinya. Biasanya masalah akan muncul saat setiap data informasinya tidak terintegrasi dengan baik. Akibatnya terjadinya duplikasi data. Misalnya saja untuk sistem keuangan mahasiswa,” jelas Raditio.

Selanjutnya, dengan banyaknya aplikasi yang dipakai pada setiap unit, sehingga dibutuhkan adanya integrasi data pada setiap softwarenya. Dengan begitu ada keterkaitan antara setiap sistem tersebut. Sehingga bisa melakukan sharing database dalam waktu sama tanpa menimbulkan terjadinya duplikasi atau perbedaan data.“Karena setiap fasilitas dan fungsi softwarenya sama. Untuk itulah solusi dalam mengatasi permasalahan pada perguruan tinggi tersebut adalah menggunakan software integration system yang tepat. Sehingga setiap datanya bisa dikelola dengan baik tanpa menimbulkan duplikasi data,” kata Raditio. (rel humas uinrf)


Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *