OPINI: Cinta Kasih Natal Menggerakkan Persaudaraan
Oleh : Andreas Daris Awalistyo, S.Pd
Umat Paroki St Yoseph Palembang
SETIAP merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11). Groria In Excelcis Deo. Inti perayaan Natal dari dahulu kala sampai saat ini tidak berbeda yaitu perayaan Kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Namun Pandemi Covid 19 yang hampir dua tahun kita alami, membuat kita semua disadarkan akan ketangguhan dan kepedulian di segala sektor kehidupan, terutama di dalam keluarga kita. Dan Natal 2021 mengingtakan kita semua untuk saling mengasihi dengan segenap hati, kasih persaudaraan yang tulus dan iklas melalui tindakan berbelara karena digerakkan oleh kasih Kistus untuk menjadi saudara bagi mereka yang berada dalam kesulitan. Sebagai umat Keuskupan Agung Palembang yang masih berdinamika di tengah Pandemi Covid 19, kita tetap setia diajak tetap tangguh dan senantiasa bertumbuh dalam sukacita Injili walaupun Pandemi Covid 19 masih menyelimuti hidup kita ini. Pandemi Covid 19 yang menghantam lingkup luas negara dan Gereja akhirnya puncak dan ujungnya ada pada keluarga. Dalam masa Pandemi Covid 19 diharapkan keluarga menjadi tempat bertumbuh, mengalami sukacita dan tangguh agar kita semua semakin menyadari gerak bersama dalam upaya mewujudkan diri menghadirkan kasih di tengah-tengah bangsa Indonesia ini. Keluarga merupakan tempat pertama “latihan” hidup menjemaat dan bermasyarakat. Di dalam keluarga ini ada pendidikan awal mengenai “kesetiaan”, “kepercayaan” dan kasih.
Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Pesan Natal Bersama Tahun 2021 yang mengingatkan untuk saling mengasihi dan menolong siapa pun yang membutuhkan. Dengan tema “Cinta Kasih Kristus Yang Mengerakkan Persaudaraan” yang dikutip dari ayat Alkitab 1 Petrus 1: 22, di tengah perayaan natal yang kembali dilaksanakan dalam Pandemi Covid-19 ini, PGI dan KWI berpesan bahwa peringatan kelahiran Yesus membuat kita mencari jalan baru yang kreatif untuk tetap saling mengasihi meskipun dalam kekurangan, dan mencerminkan damai sejati, seperti pesan Paus Fransiskus terkait Fratelli Tutti atau “Kita Semua Bersaudara”. .Perayaan Hari Natal tahun ini mengambil tema “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”. Tema Natal Tahun 2021 kali ini dikutip dari ayat Alkitab 1 Petrus 1: 22. “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” Melalui semangat persaudaraan , pemerintah memulihkan keadaan, mengatasi akibat-akibat dahsyat pandemi Covid-19, yang menyangkut berbadai segi dan wilayah kehidupan masih membutuhkan waktu dan usaha keras seluruh warga. Untuk itu perlu semangat persaudaraan dalam arti yang seluas-luasnya. Dan Perayaan Natal tahun kedua pandemi ini mengajak kita untuk melihat kembali saudari-saudara yang ada di sekeliling kita. Surat 1 Petrus yang menjadi inspirasi Pesan Natal ini, ditulis untuk jemaat Kristiani di Asia Kecil yang sedang menghadapi penderitaan karena penganiayaan. Surat ini berisi nasihat tentang hidup praktis yang sesuai dengan iman Kristiani dan cara jemaat menghadapi cobaan dan penderitaan. Jemaat yang menerima surat ini dinasehati untuk memiliki rasa persaudaraan yang tulus ikhlas di dalam Kristus. Karena perasaan senasib dan sepenanggungan, mereka hidup seperti bersaudara kandung. Di sanalah letak kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Dan di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu. Kita ingin menyampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan. . Di situlah Allah yang selalu beserta kita turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan kepahitan akibat dosa walaupun ia tidak berdosa (bdk. Ibr. 4:15).
Persaudaraan yang sejati akan memupuk semangat belarasa.
Semangat belarasa sebagai kompetensi etis yang bersumber pada iman Kristiani, akan memunculkan pertanyaan yang mesti kita jawab bersama-sama sebagai saudari dan saudara: “Apa yang harus kita lakukan, supaya lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi?”. Ketika jawaban terhadap pertanyaan itu kita temukan -melalui kontemplasi dan analisa sosial- diperlukan kompetensi etis yang kedua, yaitu kerjasama di antara kita. Dari dinamika ini akan muncul gerakan-gerakan baru yang kreatif untuk menanggapi tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang menyangkut berbagai segi hidup manusia. Dengan hidup saling menolong sebagai ungkapan belarasa satu sama lain, kasih Kristus dihadirkan secara nyata dan kita alami bersama. Mari kita mengambil waktu khusus untuk menjadi saudari dan saudara bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan, karena apa pun yang kita lakukan bagi saudari-saudara kita khususnya yang paling membutuhkan, kita melakukan bagi Kristus (Mat 25:31-46). Kita mensyukuri kehadiran Yesus Kristus yang mendamaikan kembali kita manusia dengan Allah. Di sanalah letak kebesaran kasih karunia Allah, sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah (1Yoh 2:1). Dan di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10). Kita syukuri juga berkat yang telah kita terima sepanjang tahun yang segera berlalu. Kita ingin menyampaikan berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus ini kepada sesama kita dan seluruh ciptaan. Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan. Merayakan Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10). bahwa iman harus makin dikuatkan, gaya hidup harus diperhatikan, dan kepekaan terhadap kebutuhan sesama harus ditingkatkan hingga kita yang takut akan Tuhan, malu pada sesama, dan merasa bersalah pada masyarakat seandainya melakukan kesalahan. Semoga Cinta Kasih Kristus Mengerakkan Persaudaraan sehingga kita layak disebut sebagai anak-anak Allah dan di dalam Yesus Kristus kita memperoleh hidup sejati dan memperolehnya dalam segala kelimpahan. Selamat Natal 2021




