BanyuasinHeadlineNUSANTARAPolitikSUMSEL

Utang Janji Politik Dibayar dengan 7 Prori (Refleksi Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin)

Keterangan foto: Pasangan Bupati Banyuasin H Askolani dan Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono.

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Ismail Hamid, salah satu warga asli Banyuasin sempat tertegun ketika dimintai komentar tentang sosok Bupati H Askolani dan pasanganya H Slamet Somosentono SH. “Saya tidak kenal dekat namun berdasarkan cerita para saudara, sanak famili di Banyuasin, mereka merasakan ada sesuatu yang berbeda,” ujar Ismail Hamid, Jumat (19/11).
Ketika dicecar lebih jauh dengan pertanyaan, apa yang berbeda itu? Secara refleks Ismail menjawab, “Cerita memang banyak tentang kepemimpinan Bupati Askolani dan Wakil Bupati Slamet Somosentono namun yang terjadi di depan mataku adalah peristiwa yang dialami Roaini, janda beranak dua warga Jalan Talang Jaya Raya I, warga Kab Banyuasin yang menderita sakit lumpuh, diabetes serta disinyalir ada komplikasi penyakit lain sudah hampir 1 tahun terbaring di kediaman orangtuanya. Pada 18 September lalu, sempat viral di medsos karena keluhan orangtuanya. Ini kejadian yang saya alami langsung, bahwa respon cepat aparat pemerintah Pemkab Banyuasin mulai dari Kades, Lurah, Camat, Dinas terkait dan tentunya semua ini atas komando dari pimpinan mereka. Semua masalah yang selama ini terjadi miskomunikasi dan misinformasi diatasi dengan cepat. Alhamdulilah bukan saja mendapat fasilitas seperti kursi roda, Roaini juga sampai detik ini mendapat berbagai fasilitas seperti bantuan pengobatan gratis dan banyak lagi pokoknyo. Ini bagi saya sudah cukup untuk memberi pernyataan bahwa Bupati Askolani dan Wakilnya Pak Slamet sudah membuktikan mereka adalah pemimpin Banyuasin yang tepat. Mungkin pernyataan saya hanya ibarat butiran debu tapi saya sangat yakin apa yang saya katakan tak jauh berbeda dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat Banyuasin saat ini,” kata Ismail Hamid mantap.
H Askolani SH MH dan H Slamet Somosentono SH merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin terpilih untuk memimpin Kabupaten Banyuasin periode 2018-2023. Tiga tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin ini sudah berjalan. Ada janji politik yang diberikan ketika masa pencalonan sebelum terpilih dulu. Sebagai komitmen, tentu janji ini harus ditepati dalam rangka memberikan kepercayaan kepada masyarakat karena kepercayaan masyarakat sesuai dengan harapan mereka ketika memilih dua pasangan pemimpin Kabupaten Banyuasin ini.
Tak mau berlama-lama dengan janji karena janji adalah utang. Duet pasangan H Askolani dan H Slamet Somosentono pun mewujudkan membayar utang tersebut. Melalui visi yaitu Mewujudkan Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, pasangan Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet telah menetapkan 7 (tujuh) PROGRAM PRIORITAS (Prori) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Banyuasin tahun 2018-2023. Yakni, Infrastruktur Bagus, Banyuasin Prima, Banyuasin Sehat, Banyuasin Cerdas, Petani Bangkit, Pemerintah Terbuka, dan Banyuasin Religius.
Duet pemimpin ini juga telah mencanangkan 12 gerakan di antaranya Gerakan Tanam Sayur (Gertas), Gerakan Pengembangan Tanaman Obat, Rempah dan Umbi (Gerbang Tobaru), Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas), Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat (Gerbang Perak), Gerakan Kebun Buah, Gerakan Siswa Membaca dan Menulis (Simanis), Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat (Begesah), Gerakan Pembangunan Keluarga Berencana (Gerbang Keren), Gerakan Gotong Royong (Gorong), Gerakan Menuntut Amal (Gema) dan Gerakan Optimalisasi Rumah Masyarakat (Pro Rakyat).
Ada masalah dan kendala? Selama tiga tahun menjabat, permasalahan terberat yang dihadapi kepemimpinan H Askolani dan H Slamet yaitu pandemi Covid-19, yang sampai saat ini masih memukul perekonomian di Kabupaten Banyuasin. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun drastis, namun hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan visi-misi yang telah ditetapkan. Penanganan kasus Covid-19 di Banyuasin bahkan termasuk paling baik, melalui Dinas Kesehatan Pemkab Banyuasin berhasil mensosialisasikan vaksinasi Covid-19 yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan melibatkan OPD yang bersinergi dengan Rumah Sakit (RS), Puskesmas, dan aparat desa. “Kabupaten Banyuasin sangat mendukung percepatan penanganan Covid-19, bahkan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 terus dimaksimalkan Pemkab Banyuasin bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Bupati Askolani, Sabtu (20/11).
Langkah cerdas dilakukan kembali. Pemkab Banyuasin juga melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp191 m.iliar, dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah. “Kita lakukan pinjaman PEN untuk pemulihan ekonomi, dengan adanya pinjaman PEN ini, tentunya sangat membantu kita untuk memulihkan ekonomi di Banyuasin. Pinjaman ini kita manfaatkan dengan sebaiknya untuk kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur,” kata Bupati Askolani.
Bukan seksdar Infrastruktur, pandemi Covid-19 juga membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Pemkab Banyuasin langsung menggenjot sektor perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertanian. Sehingga masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat berkebun, memelihara ternak, ikan, dan menanam sayur-sayuran. “Dari pembangunan Infrastruktur itu kita bisa mengintegrasikan ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin, sehingga hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki masyarakat bisa lebih mudah dijangkau untuk dibawa ke pemasaran,” ujar Bupati Askolani yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Banyuasin.
Selain itu, di tahun ke 3 (tiga) Kepemimpinan Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet, Pemkab Banyuasin juga memprioritaskan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (PBSP) atau Program Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2020 lalu Pemkab Banyuasin sudah menyelesaikan 3800 bedah rumah dan pada tahun ini ditargetkan ada 10.000 rumah yang akan dilakukan bedah, melalui dana APBD. “Ini adalah program Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang merupakan inisiatif untuk membantu warga yang rumahnya tak layak huni menggunakan dana APBD dan dana gotong royong bersama-sama, mudah-mudahan di Banyuasin tidak ada lagi rumah warga yang tak layak huni,” imbuhnya.
Di balik perjuangan Bupati Askolani dan Wabup Slamet mewujudkan visinya menjadikan Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera, dalam waktu tiga tahun masa kepemimpinannya, Pemkab Banyuasin juga berhasil meraih kurang lebih 65 penghargaan. baik di tingkat nasional maupun regional dan yang terbaru adalah penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Best In Local Community Development dari MNC Portal Indonesia dan TOP BUMD AWARD 2021 dari Majalah TOP BUSSINES Perusahaan Umum Daerah Sei Sembilang meraih Predikat Terbaik Bintang 3.
Yang paling membanggakan lagi, tahun lalu Bupati H. Askolani mendapatkan PIN Emas dari Menteri Pertanian RI bahwa Kabupaten Banyuasin adalah penyumbang terbesar ke empat di Indonesia penghasil beras, satu-satunya kabupaten di luar Jawa penghasil beras terbesar. “Saya yakin Banyuasin ke depan akan menjadi peringkat satu nasional,” harap orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini. Selamat ya Pak, semoga cita-cita mulia ini segera terwujud. (yokin)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *