HeadlineNUSANTARAPalembangSUMSEL

ISKA Palembang Adakan Diskusi Kearifan Lokal dan Program Kerja

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Cabang Palembang tetap eksis walaupun banyak kendala di masa pandemi covid-19 saat ini. ISKA merupakan wadah intelektual yang inklusif dan bukan eksklusif, terbuka terhadap berbagai cerdik dan cendekia dari berbagai latar belakang. Senantiasa terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai wadah cerdik cendikia lainnya untuk merawat keragaman bangsa menuju kemajuan bersama. Secara berkesinambungan pengurus dan anggota ISKA Palembang melakukan diskusi-diskusi bersama tentang situasi saat ini. Dalam diskusi yang berlangsung pada Sabtu (6/11/2021) selain membahas program kerja tahunan, partisipasi ISKA dalam Sinode Keuskupan Agung Palembang juga didiskusikan tentang buku-buku terbitan ISKA seperti “ Selalu ada Asa dalam Sunyi “ Semangat dan Optimisme Penyitas Covid-19, dan Merawat kebangsaan Berbasis Kearifan lokal “.

Dalam merawat, menjaga dan mempertahankan bangsa besar tidak cuma mengandalkan ekonomi dan perangkat senjata sekaligus tentara dalam jumlah besar. Penting bagi seluruh warga negara bersama-sama mempromosikan dan menyebarkan nilai kebangsaan dengan menggali kearifan lokal sebagai upaya mengatasi beragam masalah bangsa. Ucapan falsafat bermakna, selalu adil kepada sesama, selalu bercermin atau berkacalah kepada surga, selalu bernafaslah kepada Tuhan.

Heri Setiawan menyampaikan jika kearifan lokal melalui semangat membangun toleransi, nilai moral, tata cara kehidupan msyarakat sebagai kekayaan budaya lokal mengandung kebijakan dan pandangan hidup. Dr Heri Setiawan,S.T, M.T.,IPM selaku ketua ISKA Palembang berharap ISKA ke depan tetap memelihara dialektika dengan berakar dari budaya bangsa sehingga tidak alergi terhadap berbagai hal yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, merawat kebangsaan tidak boleh luntur karena tantangan sekarang semakin beragam ideologi dan jangan sampai terjadi perpecahan kekerasan yang membuat masyarakat Indonesia tidak produktif dan sulit bersaing dengan negara lain..
Frans de Sales Billy Djaya salah satu pengurus ISKA dalam diskusinya juga mengungkapkan peran ISKA Palembang dalam kehidupan menggereja agar lebih terlibat terutama pada saat Sinode Keuskupan saat ini dan juga kegiatan sosial lainnya, sehingga apa yang terjadi di akar rumput dapat diketahui oleh para pemegang kuasa. Begitu juga Yoseph Handoko pengurus ISKA Palembang berharap ISKA dan seluruh bangsa Indonesia perlu mengucapkan syukur bahwa di tengah segala kesulitan, tantangan, perjuangan melawan pandemi dan berbagai problem sosial, ekonomi, politik – yang amat signifikan terdampak oleh Covid-19 ISKA juga menegaskan agar hendaknya segala persoalan bangsa tidak menjadi polemik yang berkepanjangan seperti yang terjadi selama ini. Jangan sampai kita dijuluki bangsa yang suka berpolemik dan tidak mampu mengatasi persoalan. “Semoga Tuhan memberkati langkah dan perjuangan kita menempuh tahun-tahun ke depan serta upaya seluruh bangsa dalam meraih kehidupan yang lebih baik bagi tanah air Indonesia,” ujar Yoseph Handoko.  (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *