HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Prihatin Peredaran Narkoba, Bentuk Forkom Komunitas Virtual Mang PDK Bersinar

PALEMBANG,  MEDIASRIWIJAYA – Berajak dari kepedulian akan maraknya narkoba di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 156 orang pengiat berbagai kalangan bergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Komunitas Virtual Mang PDK Bersinar (Bersih Narkoba) Polda Sumsel.”Jika di dalam grup di Forkom ini anggotanya ada sekitar 156 orang ada pelajar, para kasat, masyarakat, LSM bahkan ada juga anggota BNN hingga kepala, yang peduli mau berbuat kita ajak bergabung.” ungkap Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu, Minggu (3/10).

Hadirnya komunitas Virtual Mang PDK Bersinar ini, dilatarbelakangi tingginya kasus peredaran narkoba di Provinsi Sumsel. Hal ini berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Narkotina Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di mana angka Prefelensi di tahun 2019 sekitar 2,4%. Ternyata Provinsi Sumsel berada di peringkat kedua secara nasional.”Setelah di lockdown per provinsi ternyata Sumsel ini nomor dua di Indonesia di angka 5%, artinya dua kali lipat dari angka prefelensi nasional. Setelah Sumut 6,5% dan di bawah kita DKI yang notabene kota besar hanya 3’5%,” jelas Kombes Pol Heri Istu.

Menyikapi hal tersebut, dijelaskan beliau perlu kerjasama seluru stecholder dan masyarakat, mengingat Polri dalam pemerantasan narkoba tidak bisa berdiri sendiri, apalagi di tengah pademi covid – 19 saat ini, “Ini adalah persoalan bersama yang harus kita hadapi bersama sama, untuk menyikapi dan mengatasi persoalan ini tidak bisa sendiri, kita tidak bisa bergerak sendiri Polri tidak bisa bergerak sendiri kita menggandeng semua stakeholder, apalagi bidang kami adalah pemberantasan pemutusan supply maraknya narkoba yang masuk,” ujarnya.

Di tengah pademi covid – 19, pemerantasan terus dilakukan dengan cara edukasi kepada pengiat komunitas yang peduli akan bahaya narkoba, dengan cara cara kekinian alias virtual,  diantaranya melalui Group Whatsapp dan Instagram (IG). “Dalam kebijakan ini selama pandemi covid 19, kita menggunakan cara-cara lebih kekinian akhirnya kita membentuklah komunitas virtual Mang PDK bersinar. Kita tidak perlu bertatap muka kita memberikan edukasi kepada masyarakat kita khususnya kawan-kawan milenial atau masyarakat, seperti literasi digital yaitu dengan memberikan dan menggunakan sarana-sarana digital seperti progres, membentuk komunitas di WA grup, ataupun diskusi-diskusi melalui IG  life, atau mengadakan lomba-lomba bagi pelajar untuk berpikir mau edukasi dan membuat kreasi kreasi kreatif agar mereka berpikir bahwa narkoba itu berbahaya.Itulah wujud kita untuk mencegah narkoba yang ada di Sumsel ini di musim ini, jika di musim sebelumnya kita kita berimbang tapi saat ini kita mengimbau dengan cara membentuk virtual PTK bersinar,” terang Dirresnarkoba Polda Sumsel.

Tujuan dibentuknya komunitas Virtual Mang PDK ini, ditegaskan Kombes Pol Heri Istu, hanya untuk ‘lawan Narkoba’ di Provinsi Sumsel, untuk melawannya harus dengan bersama sama.”Tujuannya adalah untuk mengeroyok. Pesannya adalah kalau melawan kejahatan narkoba atau kejahatan yang terorganisir maka harus di lawan dengan berkelompok atau dengan jejaring ini salah satunya seperti Forkom ini, percuma kalau kita ada jejaring jika semua tidak peduli yang penting itu adalah kita peduli dan ingin berbuat sesuatu.” tegasnya.

Bagi warga masyarakat, yang peduli dan ingin berbagi dalam ‘Lawan Narkoba’ dapat melaporkan ke Hot Line nya pihak kepolisian dalam hal ini di IG Narkoba Sumsel atau IG Humas Polda Sumsel, untuk identitas akan dirahasiakan. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *