Perkuat Kapasitas Kepsek dan Calon Kepsek PGRI, Perwakilan YPLP PGRI Sumsel Sukses Gelar Workshop Transformasi Persekohahan PGRI
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sumatera Sekatan (Sumsel), Sukses gelar Workshop Transformasi Persekolahan PGRI tahun 2026. “Penguatan Kepala Sekolah dan calon Kepala Sekolah SD/MI, SMP,SMK dan SLB PGRI” Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan Bangka Belitung” yang dilaksanakan tanggal 1-3 Oktober 2026 di Fave Hotel Palembang.

Teks foto: Ketua BPLP PGRI/Ketua YPLP PGRI Pusat Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, M.M, M.Pd.,
Kegiatan dihadiri langsung Ketua BPLP PGRI/Ketua YPLP PGRI Pusat Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, M.M, M.Pd., Ketua PGRI Provisi Sumsel Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M, M.Si dan Ketua Perwakilan YPLP PGRI Sumatera Selatan Drs. H. Lukman Haris M.Si.

Ketua Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sumsel, Drs. H. Lukman Haris M.Si. mengatakan, pelaksanaan workshop ini merupakan program kerja mandatori YPLP PGRI Pusat dan khusus untuk provinsi Sumsel, Jambi dan Bangka Belitung diadakan di Kota Palembang Menghadirkan fasilitator nasional Dr. Agus Rohiman M.Pd. James Frans Tomasau M.Kom dan Dr Fransisca M.Pd. “Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas kepala sekolah dan calon kepala sekolah PGRI agar mampu memimpin transformasi sekolah secara profesional, inovatif, kolaboratif dan berkelanjutan,”kata Lukman.
Peserta 132 orang terdiri dari Sumatera Selatan sebanyak 117 orang, Jambi sebanyak 12 orang, dan Bangka Belitung sebanyak 3 orang. Dari jumlah peserta tersebut 68 orang Kepala Sekolah dan 64 orang Cakon Kepala Sekolah PGRI. Peserta ini berasal dari berbagai jenjang satuan pendidikan meliputi SD/MI, SMP, SMA/SMK dan SLB PGRI. Materi workshop terdiri tentang organisasi PGRI, kemudian sembilan topik tentang transformasi persekolahan PGRI dan Presentase Kelompok. Sekolah PGRI harus menjadi sekolah yang bermutu, berkarakter, adaptif, inovatif dan dipercaya masyaraka. Sebab kepercayaan masyarakat tidak dibangun hanya dengan promosi. Kepercayaan dibangun melalui kualitas layanan araktar, pembelajaran, Prestasi, kedisiplin, kepemimpinan dan kepedulian sekolah terhadap peserta didik,”katanya.

Teks foto: Sambutan Ketua Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sumsel, Drs. H. Lukman Haris M.Si.
Lukman berpesan, jadilah kepala sekolah yang hadir untuk dekat dengan guru peserta didik, orang tua, masyarakat dan memiliki keberanian untuk melakukan perubahan.
Sementara itu, Ketua BPLP PGRI/YPLP PGRI Pusat, Prof.Dr. Supardi Uki Sajiman M.M.,M.Pd. mengatakan di era teknologi informasi harusnya sekolah PGRI memang bertransformasi khususnya di era teknologi yang melakukan perubahan dalam pengembangan sekolah PGRI. “Perubahan dimaksud bukan mencabut akar tapi beresensi tetap awalnya di bawah, artinya mengembangkan sekolah PGRI yang berfokus pada organisasi PGRI sebagai bagian dari yang mendukung NKRI dengan mencerdaskan kehidupan bangsa,”katanya.

Teks foto: Penasihat Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua PGRI Sumsel, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si..
Di tempat yang sama, Penasihat Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Ketua PGRI Sumsel, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., mengingatkan para kepala sekolah dan calon kepala sekolah agar tidak sekadar mengikuti kegiatan, melainkan mampu melangkah lebih jauh dan memberi nilai tambah nyata bagi peserta didik.

Bukman mengatakan pemerintah telah mencanangkan pelaksanaan pembelajaran mendalam. Namun, keikutsertaan saja tidak cukup. Harus ada langkah nyata dan inovasi yang melampaui standar yang ditetapkan. “Kalau hanya ikut saja, itu belum cukup. Bapak Ibu kepala sekolah dan calon kepala sekolah harus berbuat, menciptakan sesuatu yang lebih. Apa nilai tambahnya? Para peserta yang keluar dari sini nanti harus mahir menerapkan pembelajaran berbasis Kecerdasan buatan atau AI. Generasi masa kini tumbuh di tengah dunia digital yang sudah menjadi bagian keseharian mereka. Pembelajaran pun harus disesuaikan dengan realitas tersebut agar anak-anak tidak merasa asing atau tertinggal. Anak-anak sekarang hidup di dunia AI. Itu sudah seperti makanan sehari-hari bagi mereka. Bahkan kemampuan pemrograman atau coding perlu mulai diperkenalkan dan diperdalam sejak dini,” ujarnya.



Di tangan para pemimpin pendidikan PGRI, standar tersebut tidak sekadar dipenuhi, melainkan ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi. “Nanti Bapak Ibu pulang, mampu membuat konten pembelajaran hingga bisa ditayangkan di YouTube. Itulah bukti nyata penguasaan teknologi. Kita harus mampu mengiringi perkembangan zaman, jangan tertinggal olehnya. Ke depan kepercayaan masyarakat akan kembali berlabuh kepada sekolah-sekolah PGRI. Asalkan mampu membuktikan kualitas dan terus berinovasi. Masyarakat tidak akan sembarangan memilih sekolah. Mereka akan memperhatikan siapa yang mampu beradaptasi, berkembang, dan memberikan yang terbaik. Itulah tantangan sekaligus peluang bagi kita semua,” katanya. (*)










