HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Efisiensi Anggaran bukan Berarti Efisiensi Kepedulian, YIM Ajak Stakeholders Bersinergi dan Kolaborasi

Teks foto: Penandatanganan MoU antara YIM dan Kecamatan IB I Palembang. 

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, isu HIV semakin sulit ditempatkan sebagai prioritas. Program pencegahan, penjangkauan, testing, pendampingan, serta pengurangan stigma berisiko ikut terpinggirkan karena dianggap tidak memberikan hasil yang langsung terlihat. Padahal, HIV tidak berhenti hanya karena anggarannya dikurangi. Ketika upaya pencegahan melemah, risikonya justru dapat menjadi lebih besar. “Sudah saatnya HIV tidak hanya dilihat sebagai urusan sektor kesehatan, tetapi menjadi perhatian lintas OPD. Mengintegrasikan HIV ke dalam program dan perencanaan daerah adalah salah satu cara menjaga keberlanjutan tanpa mengabaikan prinsip efisiensi. Yang perlu diefisienkan adalah cara kerjanya, bukan komitmennya. HIV tetap membutuhkan prioritas,” tegas Koordinator SSR Yayasan Intan Maharani, Leonardo saat kegiatan Press Conference, Rabu (9/9).

Leonardo pada kesempatan ini memaparkan singkat mekanisme kerja YIM dan kondisi terkini bahwa YIM support pendanaan di tahun 2026  dari Global Fund yang selama ini sebagai penyandang (pendonor) dana berakhir.  “Keberadaan YIM dengan focus kerja yang dititikberatkan pada pendampingan. Kami melibatkan para stakeholders mulai dari tataran kecamatan,” kata Leo yang pada kesempatan ini mengatakan pada kesempatan ini juga menyabarkan kondisi masing-masing Lembaga seperti dinas kesehatan, dinas social dan beberapa pihak yang selama ini sudah berjalan sesuai dengan tupoksi. Sementara YIM dengan kiprahnya selama ini ingin mengajak bermitra misalnya ikut serta memberikan ilmu kepada para kader di masing-masing dinas dalam hal pengalaman selama 30 tahun YIM berdiri.

Yayasan Intan Maharani (YIM) sebagai salah satu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam program penanggulangan HIV di kota Palembang, kali ini ingin menyatukan visi dan tujuan, sehingga merasa perlu duduk bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk bersinergi dan kolaborasi. Hal ini terungkap dalam kegiatan Press Conference local media – for insuring implementation social controcting yang digelar di Kedai Kiry, Rabu (9/9).

Teks foto: Leonardo saat menyampaikan materi.

Ketua YIM, Drs Syahri MSi dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman para pelaku pengadaan agar tidak memiliki kendala dan hambatan  dalam melaksanakan swakelola tipe III. “Selain itu dapat membantu organisasi memahami bahwa Swakelola Tipe III merupakan  peluang baik untuk masa depan kolaborasi pemerintah  dan organisasi komunitas penggiat HIV Aids di Indonesia dalam hal ini di Palembang dan Sumsel. Selain itu, bertujuan untuk membangun jejaring dan kemitraan dengan stakeholdes, serta yang terpenting juga adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pendanaan melalui angaran pemerintah bagi OMS dan  Pemda,” ujar Syahri seraya menambahkan bahwa sejak berdiri 30 tahun lalu, YIM didukung pendanaan dari luar, sementara dari dalam terutama dari pemerintah setempat belum ada.

Syahri juga mengatakan hasil yang diharapkan selain adanya pemberitaan di media mengenai Komitmen Isu TB- HIV dan kontrak sosial/Swakelola Tipe I ataupun Tipe III di kota Palembang, juga adanya komitmen dan kesepakatan lanjutan antara peserta yang terdiri dari OMS TB-HIV OPD dan media untuk melaksanakan kontrak social melalui mekanisme dana hibah maupun swakelola tipe I dan Tipe III dalam penanggulangan TB-HIV di kota Palembang. “Terpenting, didapat rencana tindaklanjut dari peserta pertemuan berkaitan dengan advokasi anggaran/kontrak social,” tambah Syahri.

Foto: Drs Syahri, MSi

Teks foto: Drs Suharni

Technical Officer YIM, Sari Palupi menyebutkan digelarnya kegiatan ini dengan sebelumnya sudah terjalin kontrak social. “Saya selaku Technical Officer yang memiliki peran penghubung antara OMS HIV dengan pemerintah daerah dalam hal ini seluruh undangan yang hadir dari berbagai unsur ini. Kegiatan ini sebagai sarana yang bertujuan untuk menginformasikan perkembangan advokasi pelaksanaan kontrak social serta mengundang seluruh pihak yang terkait untuk mempromosikan isu HIV maupun kerjasama melalui mekanisme Swakelola Tipe III dan Hibah,” ujar Sari seraya menambahkan khusus kegiatan ini dengan pendanaan yang berasal dari dana dukungan The Global Fund di bawah koordinasi sub recipient (SR) PKBI DKI Jakarta dan Principal Recipient (PR) Indonesia AIDS Coalition (IAC) Tahun 2023.

Teks foto: Technical Officer YIM, Sari Palupi.

 

Hadir pada pertemuan ini antara lain Camat IB I Kota Palembang, para lurah di lingkungan Kecamatan IB I sebanyak 6  orang lurah, Ketua YIM Drs. Syahri, M.Si dan Wakil Ketua YIM Drs. M. Suharni, M.A., Koordinator SSR YIM, Tim CSS HR (AO dan TO), Bapperida Kota Palembang, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Palembang, Kabid P2P Dinkes Kota Palembang, Kabid PP DP3A Kota Palembang, serta beberapa perwakilan media massa seperti Media Sriwijaya, Media Jarrakpos, Radar Palembang, dan Global Planet News. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *