Kolaborasi BPDP dan Kementan Perkuat Kapasitas Pekebun Sawit Sumatera Selatan
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS).
Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun serta Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan bagi pekebun dari Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan berlangsung pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2026 di Palembang.
Sebanyak 156 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam lima angkatan, terdiri atas empat angkatan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun dan satu angkatan Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pekebun dalam membangun kelembagaan yang kuat, mengembangkan kerja sama kelompok, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola administrasi dan keuangan usaha.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengapresiasi dukungan BPDP dalam pengembangan kompetensi SDM perkebunan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
Menurut Idha, dinamika perubahan lingkungan strategis dalam pengembangan kelapa sawit menuntut pekebun untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam mengelola usaha.“Sumatera Selatan memiliki posisi strategis dalam pembangunan industri sawit nasional dengan luas perkebunan mencapai lebih dari 1,17 juta hektare. Potensi tersebut perlu didukung oleh SDM pekebun yang mampu menerapkan pengelolaan usaha secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Idha.
Idha menambahkan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, pekebun yang memiliki kompetensi, mampu bekerja sama dalam kelembagaan yang kuat, serta menerapkan tata kelola usaha yang baik akan menghasilkan usaha perkebunan yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing.
Tahun 2026 menjadi tahun kelima BPDP mempercayakan penyelenggaraan pelatihan pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit kepada BBPMKP. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kompetensi pekebun sekaligus memperkuat kelembagaan dan tata kelola usaha perkebunan.

Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan, pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus membangun kemampuan bekerja sama serta mengembangkan jejaring kemitraan.“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru serta mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di kelompok maupun kelembagaan pekebun sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sukim.
Materi pelatihan meliputi peningkatan kesadaran dan pengelolaan kelompok, kemitraan usaha, pembangunan jejaring, pembukuan, administrasi keuangan, penyusunan proposal usaha, pengelolaan kredit dan simpan pinjam, hingga mekanisme penetapan harga tandan buah segar (TBS).
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, permainan pembelajaran, dan praktik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus mendorong penerapan hasil pembelajaran dalam pengelolaan kelompok dan usaha perkebunan.
Melalui sinergi BPDP dan BBPMKP, peningkatan kapasitas SDM diharapkan dapat memperkuat kelembagaan pekebun, meningkatkan tata kelola dan produktivitas usaha, serta mendukung pengembangan industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing. (saf)




