EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Yuk Pantengin ARMADA di Arena Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 7th Tahun 2026

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Wow, luar biasa upaya Bank Indonesia memanjakan masyarakat kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya dalam event Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 7th Tahun 2026 yang digeber selama 25-28 Juni 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Kekangenan masyarakat terutama kaula muda pada Grup Band asal Palembang ARMADA akan terobati. Grup musik pop melayu papan atas asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2007 di Palembang ini akan tampil di event spektakuler persembahan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan kerjasama dengan Pemkot Palembang dalam memeriahkan HUT Kota Palembang 1343.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata dan digitalisasi ekonomi. Seiring pesatnya transformasi digital, perluasan penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS menjadi langkah strategis untuk mendukung kemudahan bertransaksi bagi wisatawan, masyarakat, dan pelaku UMKM. Sebagai wujud komitmen tersebut, untuk pertama kalinya kegiatan Gemilang Palembang Raya berkolaborasi dengan Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Kamis, 25 Juni 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026 yang berfokus pada penguatan kualitas akseptasi digital melalui QRIS, percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), serta edukasi digital yang lebih terarah.

Bambang menambahkan, penyelenggaraan Digital Kito Galo (DKG) 7th ini disinergikan dengan Gemilang Palembang Raya (GPR) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343. Mengusung tema “Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif”, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat utamanya melalui sektor pariwisata.

Pada Opening Ceremony juga dilaksanakan sejumlah agenda strategis, yaitu: 1) Penandatanganan Komitmen Integrasi Materi Kebanksentralan, Digitalisasi Pembayaran, dan Cinta Bangga Paham Rupiah ke dalam kurikulum SMA/SMK se-Sumatera Selatan; 2) Penyerahan Simbolis Dukungan Digitalisasi Pembayaran pada kegiatan Festival Kuliner Nusantara Kota Palembang; 3) Penandatanganan Komitmen Implementasi QRIS di Pondok Pesantren se-Sumatera Selatan; serta 4) Pemberian apresiasi kepada peserta Bootcamp Sultan Muda Digital sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan talenta digital generasi muda Sumatera Selatan.

Rangkaian kegiatan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 akan diselenggarakan pada 25–28 Juni 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang. Selama empat hari tersebut masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, antara lain Digital Expo, Festival Kuliner dan UMKM, aktivasi QRIS, kompetisi kreatif, edukasi transaksi non-tunai, talkshow interaktif, showcase inovasi digital, hingga hiburan masyarakat.

Teks foto: Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Bambang Pramono.

Selain itu, sebagai bentuk kemudahan akses bagi masyarakat, penyelenggaraan GPR x DKG 7th Tahun 2026 juga dimeriahkan dengan promo tarif LRT Sumsel hanya Rp43 pada 25–28 Juni 2026. Promo berlaku untuk perjalanan menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Ampera, DJKA, Bumi Sriwijaya, dan Asrama Haji. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati program Wakafein yaitu dengan berwakaf menggunakan QRIS minimal Rp13.430, Gratis Kopi sebagai inovasi yang menggabungkan kemudahan transaksi digital dengan semangat berbagi kepada sesama. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke lokasi kegiatan sekaligus mendorong pemanfaatan transportasi publik yang ramah lingkungan dan terintegrasi.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Palembang berharap dapat mendorong sektor pariwisata serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai sistem pembayaran digital, memperluas akseptasi QRIS, memperkuat digitalisasi UMKM, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing.

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 dapat diperoleh melalui akun Instagram @bank_indonesia_sumsel dan @digitalkitogalo. (*)

 

SEKILAS TENTANG ARMADA

Armada adalah salah satu grup musik pop melayu papan atas asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2007 di Palembang. Sebelum menggunakan nama Armada, band ini awalnya didirikan dengan nama Kertas Band pada tahun 2005. Musik mereka dikenal luas karena memiliki lirik yang emosional dan melodi melankolis yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai perjalanan karir, anggota, dan karya dari grup band Armada:

Profil dan Formasi Anggota

Seiring berjalannya waktu, Armada mengalami beberapa kali perubahan formasi. Saat ini, grup tersebut bertahan secara solid dengan format tiga personel utama:

  • Rizal Pradana (Tsandi Rizal Adi Pradana): Vokalis utama sekaligus ikon utama dari band Armada.
  • Andika Maihendra Yuda (Mai): Gitaris utama yang juga aktif dalam penciptaan lagu.
  • Meri Yandi (Andit): Drummer yang mengawal ritme musik Armada sejak awal terbentuk.

Mantan Anggota: Beberapa musisi yang pernah memperkuat Armada di masa lalu antara lain Radha (gitar), Endra (bass), dan Argha (gitar).

Perjalanan Karir dan Album

  • Era Kertas (2005–2007): Merilis album perdana bertajuk Kekasih yang Tak Dianggap. Album ini kurang sukses di pasaran, namun lagu utamanya kemudian sempat populer kembali setelah dinyanyikan ulang oleh penyanyi lain.
  • Pergantian Nama & Kebangkitan (2007–2008): Resmi berganti nama menjadi Armada pada 8 Oktober 2007. Mereka merilis album Balas Dendam (2008) dengan singel hits “Gagal Bercinta” yang mulai mengangkat nama mereka di belantika musik nasional.
  • Puncak Popularitas: Lewat album ketiga Hal Terbesar (2009), Armada sukses besar berkat lagu legendaris seperti “Mau Dibawa Kemana” dan “Buka Hatimu”. Sejak saat itu, mereka konsisten melahirkan lagu-lagu hits nasional.

Lagu-Lagu Hits Terpopuler

Beberapa karya monumental Armada yang mencetak ratusan juta views dan putaran di berbagai platform digital antara lain:

  • “Asal Kau Bahagia”: Lagu fenomenal yang video lirik komiknya sempat viral dan ditonton ratusan juta kali.
  • “Pergi Pagi Pulang Pagi”: Menjadi lagu wajib bagi para pekerja keras karena liriknya yang sangat relevan.
  • “Mau Dibawa Kemana”: Lagu pop ikonik yang sering digunakan untuk menggambarkan hubungan tanpa status.
  • “Harusnya Aku”: Lagu patah hati yang sangat populer di platform karaoke dan media sosial.
  • “Buka Hatimu”: Singel melankolis yang sukses memikat hati para pencinta musik pop melayu di awal karier mereka.

Armada memiliki basis penggemar fanatik yang sangat besar di seluruh Indonesia yang disebut dengan nama Pasmada (Pasukan Armada).(berbagai sumber)

 

 

                                                                                                                                               

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *