HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

YIM dan HKBP Distrik XV Sumbagsel Bangun Kemitraan dan Perkuat Kolaborasi dalam Upaya Pengurangan Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHIV

Teks foto: Suasana Audiensi YIM dengan Pengurus HKBP Distrik XV Sumbangsel, Rabu (17/6/2026).

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Mempunyai tujuan yang sama, Yayasan Intan Maharani (YIM) dan HKBP Distrik XV Sumbagsel duduk satu meja, berdialog, sharing dan akhirnya memutuskan untuk sama-sama membangun kemitraan dan memperkuat kolaborasi. Demikian terungkap pada pertemuan audiensi YIM Sumbagsel dengan Pengurus HKBP Distrik XV Sumbagsel di Sekretariat HKBP Distrik XV Sumbangsel, Rabu (17/6/2026).

Teks foto: Ketua YIM, Drs Syahri, MSi saat memberikan sambutan.

Ketua Yayasan Intan Maharani Drs. Syahri, M.Si  menyatakan apresiasi atas sambutan Ketua dan Pengurus HKBP Distrik XV Sumbangsel. “Sebetulnya sudah puluhan tahun kami melayani teman-teman yang berisiko HIV AIDS dalam pendampingan dengan naungan Yayasan Intan Maharani. Kami ingin memberikan yang lebih baik lagi, namun kenyataan bahwa semakin lama bukan semakin kecil bahkan sebaliknya semakin meluas penyebaran HIV AIDS ini,” kata Syahri dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini Syahri memaparkan kondisi perkembangan HIV/AIDS di kota Palembang khususnya. Keprihatinan terhadap berbagai stigma yang dialami para penderita HIV/AIDS bahkan dengan tren-tren kasus terbaru seperti hubungan seksual lelaki dengan sesama lelaki yang secara normal memiliki istri dari lawan jenisnya. (be seks, ACDC, red), membuat dirinya dan para Pengurus YIM merasa perlu bergandengan dengan berbagai pihak di antaranya dengan HKBP yang merupakan organisasi keagamaan yang sangat luas jangkauan dan kepedulian terhadap HIV/AIDS. “Hubungan YIM dengan HKBP Distrik XV Sumbangsel sudah terjalin lama, namun ke depan kami ingin lebih erat lagi. Peran tokoh agama, seperti Bapak Pendeta sangat besar terhadap edukasi masyarakat terkait HIV/AIDS ini. Terpantau ada 67 kasus sejak Januari 2026 sampai sekarang terjadi pada para pelaku menyimpang yaitu hubungan sesama lelaki, istri pasangan ini juga berisiko terjangkit HIV/AIDS. Ini yang belakangan ini terjadi,” kata Syahri dengan nada prihatin.

Untuk itulah, dirinya bersama dengan beberapa organisasi lain seperti Warna Sriwijaya,  Wahana Cita Indonesia, Paralegal Officer KOMPAS  (Komunitas Penyintas Tuberkolosis Sumatera Selatan), dan media massa. “Kita ajak beberapa organisasi lain dalam audiensi ini dengan harapan duduk bersama bisa sharing dengan komitmen ke depan bisa berkolaborasi,” tambah Syahri.

Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan YIM, Leonardo mengatakan keinginan YIM untuk bergandeng dengan HKBP mengingat peran HKBP terutama dalam kegiatan kerohanian para pendeta yang bisa menjadi corong memberi nasihat kepada para jemaahnya agar menjauhi perilaku penyimpang yang berisiko terkena HIV/AIDS. “Kami sangat apresiasi atas sambutan HKBP, yang juga sama tujuan peduli terhadap HIV/AIDS,” kata Leo.

Teks foto: Leonardo saat memberikan pernyataan.

Praeses HKBP Distrik XV Sumbagsel, Pdt. Victor Singal H Silalahi, S.Th,MM didampingi beberapa pengurus mengatakan Pengurus HKBP Distrik XV Sumbagsel yang konsisten dan berkomitmen “Melayani Tuhan”. “Terbuka pada semua pihak yang juga sama bertujuan peduli sesama dan kemanusiaan. HKBP melayani dan juga mencegah penularan HIV/AIDS. HKBP menjadi berkat bagi dunia, itu tujuan sesuai dengan firman Tuhan. Oleh karena itu lewat komitmen inilah maka HKBP melakukan pelayanan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS. HKBP juga memiliki satu rumah sakit di Samosir yang khusus penderita HIV/AIDS. Rumah Cinta “House Love” kita juga ada di HKBP untuk melayani HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya,” kata Pdt. Victor Singal seraya menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik keinginan YIM untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam pendampingan HIV/AIDS.

Teks foto: Praeses HKBP Distrik XV Sumbagsel, Pdt. Victor Singal H Silalahi, S.Th,MM (tengah) saat memberikan tanggapan.

Madelina Sinaga Ketua Ministry HIV Aids HKBP Distrik XV Sumbagsel, mengatakan sesuai dengan program HKBP memberi jalan bukan saja kepada umat Khatolik namun semua lintas agama, mendampingi, bertanggungjawab terhadap pendampingan HIV/AIDS. Tahun 2015 Distrik XV terbentuk, sudah menangani HIV/AIDS dan sampai sekarang. Melalui program donor darah, dimulai dari kasih, berbagi darah namun di balik itu kegiatan donor darah bisa mendeteksi apakah ada penderita HIV/AIDS. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *