Dukung Operasional Andal, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tingkatkan Awareness Safety melalui Diskusi Antarpekerja
PLAJU, MEDIASRIWIJAYA – Penguatan budaya keselamatan kerja terus menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju dalam menjaga keandalan operasional kilang. Di tengah dinamika industri energi yang menuntut ketepatan kerja, disiplin operasional, dan mitigasi risiko yang optimal, peningkatan awareness pekerja terhadap aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) menjadi langkah penting yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Kilang Plaju menghadirkan Ngobras (Ngobrol Bebas) Bareng Frontline bertema “Scaffolding: Bukan Sekadar Pijakan, Tapi Perlindungan” di Hall OPI RU III Plaju. Kegiatan yang diikuti pekerja lintas fungsi ini menjadi ruang diskusi santai namun bermakna untuk memperkuat awareness bahwa setiap area kerja harus dipastikan aman, agar setiap pekerja dapat “naik dengan aman, pulang dengan selamat.”
Dalam pekerjaan operasional dan maintenance di area kilang, penggunaan scaffolding menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung aktivitas kerja di ketinggian agar dapat dilakukan secara aman dan efektif. Perencanaan pemasangan, penggunaan yang sesuai kebutuhan, hingga disiplin pembongkaran setelah pekerjaan selesai menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran dan efektifitas pekerjaan di lapangan.

Manager OPI RU III Plaju, Felix Viceroy Chandrasyah mengatakan bahwa kegiatan Ngobras diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi terbuka antarpekerja untuk saling berbagi pengalaman maupun tantangan yang ditemui selama bekerja.“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong terciptanya budaya diskusi yang positif sehingga pekerja dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, maupun masukan dari kondisi nyata di lapangan. Harapannya, setiap pekerja semakin memahami pentingnya bekerja secara aman, efektif, dan saling peduli satu sama lain, dari sisi teknikal maupun non teknikal,” ujar Felix.
Pada sesi diskusi, Section Head Workshop RU III Plaju, Vishwa Patra Pradana membagikan pemahaman terkait pengelolaan scaffolding di area operasional, mulai dari proses pengajuan pekerjaan, screening, pemasangan, green tagging, hingga penutupan pekerjaan (closing).
Ia menjelaskan bahwa penggunaan scaffolding perlu dilakukan secara tepat guna agar dapat mendukung kebutuhan operasional tanpa menimbulkan potensi risiko maupun pemborosan di lapangan. Selain itu, setiap pemasangan juga harus memperhatikan standar keselamatan, kondisi area kerja, serta kelayakan material yang digunakan.

Diskusi berlangsung interaktif melalui berbagai pertanyaan dan masukan peserta terkait penggunaan scaffolding di area khusus, pengaruh cuaca terhadap pekerjaan di lapangan, hingga pentingnya pengawasan selama proses pemasangan dan pembongkaran berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Kilang Plaju terus mendorong peningkatan awareness pekerja terhadap potensi Cost Optimization, Efektifitas Pekerjaan, hingga pentingnya keselamatan kerja dalam setiap aktivitas operasional. Tidak hanya dari sisi teknis pekerjaan, tetapi juga melalui penguatan komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian antarpekerja guna mendukung operasional kilang yang aman, andal, dan berkelanjutan. (*)




