HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

Menggali Potensi Anak -Anak Istimewa, Forkesi Sumsel Gelar Ajang Kreativitas di Gedung Kesenian Palembang

Poto: Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan Apresiasi Potensi , Kreativitas Tanpa Batas , Anak Berkebutuhan Khusus, dalam rangka peringatan hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme 2026, Minggu (3/5/2026) di Gedung Kesenian Palembang.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan Apresiasi Potensi, Kreativitas Tanpa Batas, Anak Berkebutuhan Khusus, dalam rangka peringatan hari Down Syndrome dan Bulan Kesadaran Autisme 2026, Minggu (3/5/2026) di Gedung Kesenian Palembang.

Dalam kegiatan yang didukung Pemprov Sumsel, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Perempuan Indonesia Maju, Dewan Kesenian Palembang, RMK dihadiri Ketua Forkesi Chapter Sumsel, Devie Wahyuni S.TP, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumsel Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si dan jajaran, Wakil Rektor III UMP Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng, Alkala Zamora selaku Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA Sumsel, Kasi Bidang Perbantuan Dinas Pendidikan Sumsel Merry Furnama sari, S.Pd, M.Pd , Bidang Perlindungan Anak DPPPA kota Palembang Sri Damaiyanti,SE.M.Si, Bidang Seni Rupa Dewan Kesenian Palembang, Joko, perwakilan dari Dirti PT. Bukit Asam Palembang, Safarudin, perwakilan dari sentra Budi Perkasa Ade Martalina dan Desiyanti Pradiyanita, Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumsel Hj Helen Ganefo, S.Keb., M.Kes, Ketua Pengajian Cinta Qur’an Prof Nurly dan DR Eka, Siti Djuhariyah selaku Ketua Yayasan Barokah Al Tarbiyah, Karsini, Bina Asih Asiawatie Sulastri, S. Psi. M. Psi. Psikolog dan Fitri, Bina Potensi Roni, PPDI, HWDI, RDP.

Ketua Forkesi Chapter Sumsel, Devie Wahyuni S.TP mengatakan, kalau kegiatan ini dihadiri 100 anak Forkesi Chapter Sumsel berserta orangtuanya. “Ada 25 anak hari ini akan tampil di sini memamerkan karya mereka. Anak-anak Forkesi Sumsel ini sudah mencapai 200 keluarga spesial yang tergabung dalam Forkesi Sumsel. Sesuai arahan pak Gubernur sudah terbentuk Forkesi Chapter Prabumulih dan Forkesi Chapter Muara Enim. Ini sebagai langkah perluasan manfaat bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di Sumsel ini,”katanya seraya menambahkan pihaknya mengucapkan terima kasih banyak untuk dukungan dari Pemprov Sumsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumsel yang selalu mensupport Forkesi Sumsel selama ini, termasuk Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan disupport oleh Dewan Kesenian Palembang termasuk support dari rekan-rekan dan anak-anak serta orangtua yang telah berupaya menghadirkan anak-anaknya bisa tampil hari ini. “Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa, ketika diberikan ruang pendampingan dan kesempatan, kami berharap ada dukungan dan support dari kita semua dari pemerintah, dari institusi dan lebih banyak lagi yang bisa berkolaborasi sehingga potensi anak-anak kita bisa tergali lebih banyak lagi ,”katanya.
Selain itu untuk kegiatan Forkesi Sumsel sudah berjalan kegiatan ekstrakulikuler anak -anak di Sumsel dimana kegiatan ini pihaknya berusaha menggali potensi anak-anak berkebutuhan khusus ini namun pihaknya butuh support lebih banyak lagi dari berbagai pihak. “Kami masih terkendala beberapa pendidik untuk kegiatan eskul mereka yang saat ini baru untuk melukis dan teatrikal untuk tenaga pendidik dari eskul lainnya kita belum mendapat support, untuk bidang olahraga juga kami butuh sekali,”katanya.

Forkesi Sumsel menurutnya akan terus berkomitmen menjadi wadah untuk mendampingi dan memperjuangkan anak-anak berkebutuhan khusus. “Mari kita terus berjalan bersama karena setiap anak istimewa adalah berharga,”katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumsel Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berekspresi. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang tanpa diskriminasi. Menurutnya, keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai. “Justru dengan bimbingan yang tepat, anak-anak ini mampu menunjukkan kemampuan luar biasa yang sering kali tidak kita duga,” ujarnya.
Zaki juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus.
Dalam acara tersebut juga diselingi dengan kegiatan sambung ayat, teatrikal musikal , pantomim dan diakhiri dengan bernyanyi dan berpoto bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *