EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

OJK Sumsel Wujudkan Implementasi Program Sultan Muda XporA 2026, Dorong Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

* Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel

 PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – OJK Sumsel tampaknya tak pernah berhenti berupaya dalam mewujudkan komitmen memajukan perekonomian di Sumsel. Program 100 Ribu Sultan Muda bukan sekadar program tetapi diwujudkan dengan implementasi nyata. “Hari ini kita melihat bagaimana kekuatan literasi keuangan sudah berjalan. Kegiatan hari ini adalah kegiatan akselerasi pengusaha muda merupakan langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha daerah menembus pasar global,” ujar Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto saat sambutan pada kegiatan Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya,  Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Ekspor Perdana Lada Hitam Implementasi Sultan Muda XporA 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menciptakan 100.000 Sultan Muda yang produktif, kreatif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Sultan Muda XporA 2026 yang mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Program tersebut bertujuan memperkuat komoditas unggulan Sumatera Selatan agar mampu menembus pasar global sekaligus melahirkan wirausaha muda baru.

Arifin mengatakan keberhasilan sinergi tersebut tercermin dari capaian Provinsi Sumatera Selatan sebagai Juara TPAKD Award 2025 Wilayah Sumatera. Hal ini menunjukkan efektivitas perluasan akses keuangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. “OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sebagai fondasi dalam memperluas akses pembiayaan produktif dan memperkuat kapasitas pelaku usaha. Dengan literasi dan inklusi keuangan yang kuat, pelaku usaha diharapkan menjadi lebih bankable, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi pasar global,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi industri jasa keuangan dalam mengintegrasikan pembiayaan, penguatan usaha, serta konektivitas pasar secara terstruktur. Di sisi lain, dukungan karantina dinilai krusial dalam memastikan kualitas komoditas agar memenuhi standar perdagangan internasional.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pelepasan ekspor komoditas turunan kelapa asal Sumatera Selatan sebagai bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah OJK. Ekspor tahap awal mencakup Coconut Shell Charcoal sebanyak 46 ton dan Coconut Chips sebanyak 25 ton ke pasar China, Taiwan, dan Prancis.

Selain itu, turut dilakukan ekspor perdana Lada Hitam sebanyak 500 kilogram serta produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton. Total nilai ekspor dalam kegiatan ini mencapai sekitar Rp1,6 miliar.“Capaian ini menunjukkan bahwa melalui pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, dan integrasi akses keuangan, komoditas lokal mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar internasional,” kata Arifin.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan simbolis pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869,29 miliar serta Letter of Credit ekspor senilai USD209.723 sebagai bentuk dukungan nyata industri jasa keuangan.

Arifin berharap, melalui sinergi yang terus diperkuat, akan semakin banyak lahir Sultan Muda baru yang mampu membawa produk unggulan Sumatera Selatan ke pasar global.“Ini adalah langkah bersama untuk mewujudkan ekonomi daerah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan apa yang dilakukan OJK Sumsel merupakan terobosan besar terhadap perkembangan ekonomi Sumsel. Khusus ekspor turunan kelapa HD sempat menanyakan kenapa baru sekarang dilakukan. “Bukan angkanya yang membuat kami bangga, tapi kinerjanya. Apresiasi buat para anak muda yang melaksanakan ini. Saya sempat bertanya, kenapa sekarang baru berani, kenapa tidak dari dulu,” kata HD saat sambutannya.

Menurutnya, ekspor turunan kelapa yang merupakan ‘gawean’ anak muda melalui HIPMI Sumsel yang tergabung dalam Sultan Muda Sumsel adalah langkah besar dan harus disupport penuh. “Kita yang tua-tua ini harus memberikan support penuh terhadap apa yang dilakukan anak muda ini. Terima kasih OJK, Bank Indonesia, Balai Karantina, dan pihak-pihak yang terlihat sehingga terlaksananya ekspor ini. Semoga ke depan lebih banyak,” ujarnya. (saf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *