PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Keindahan wastra khas Sumatera Selatan kembali memukau dalam Fashion Show Zaya Raya Series ke-4 bertajuk “Jelita Sriwijaya” Tria Gunawan yang digelar di Palembang Icon Mall, Jumat (13/2/2026)
Acara ini dihadiri Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru. Turut mendampingi, Ketua DWP Provinsi Sumsel Desy Kasnayati Edward yang secara resmi membuka perhelatan busana eksklusif karya desainer kenamaan, Tria Gunawan.
Tahun 2026 menandai seri keempat dari perjalanan tematik Zaya Raya Series. Setelah sukses dengan tema Pelangi Bahari (2023), Limar Bersinar (2024), dan Ampera Musi (2025).
Tahun ini Tria Gunawan mengeksplorasi sisi elegan dari tiga jenis wastra ikonik Sumsel Yakni Kain Jupri, Angkinan dan Songket Limat Garuda. Menurut Tria, ketiga kain ini punya keindahan yang patut dilestarikan. Seperti Kain Jupri memiliki motif khas Palembang yang dalam sejarahnya merupakan kain eksklusif kaum bangsawan.

Kemudian, lanjut dia, kain Angkinan. kain ini adalah kain beludru dengan sulam tangan benang emas yang biasanya hanya terlihat pada upacara pernikahan adat yang sakral. Selain itu ada songket Limar Garuda. kain ini merupakan tenunan tangan dengan motif sayap Garuda yang melambangkan keberanian dan perlindungan.
“Saya ingin masyarakat luas memahami betapa kayanya motif Wastra kita. Melalui koleksi ini, kain-kain yang dulunya mungkin hanya untuk acara adat atau kaum tertentu, kini bisa dikenakan oleh siapa saja yang bangga dengan identitas Palembang dalam suasana apa pun,” ujar Tria..Meski membawa aura kemegahan warisan Sriwijaya, koleksi ini tetap dirancang inklusif. Untuk harga, Tria mengatakan bahwa harga busana di seri Jelita Sriwijaya ini dibanderol di kisaran bawah Rp 2 juta. “Bagi masyarakat yang ingin tampil memukau di hari raya, sistem Pre-Order (PO) telah dibuka hingga 28 Februari 2026,” ujarnya.

Sementara Febrita Lustia Herman Deru memberikan pujian tinggi atas dedikasi Rumah Busana Tria yang telah eksis selama lebih dari 26 tahun. “Ini bukan sekadar busana, melainkan diplomasi budaya. Kami bangga Ibu Tria konsisten menginspirasi generasi muda untuk berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya kita,” ungkap Febrita.
Senada dengan itu, Desy Kasnayati Edward menyebutkan bahwa desain tahun ini sangat spektakuler. “Perpaduan kelembutan estetika dan kemegahan warisan budaya Sumsel terpancar sangat elegan di seri keempat ini,” tambahnya. (*)
Post Views: 54