BanyuasinPendidikanSUMSEL

DOSEN UNIVERSITAS TRIDINANTI : “OLAH SAMPAH PLASTIK MENJADI CONBLOCK” DI DESA SIDOMULYO KAB BANYUASIN

teks foto: Tim Dosen Universitas Tridinanti.

Tim Dosen Universitas Tridinanti yang diketuai oleh Winny Andalia, M.T dan 2 anggotanya Irnanda Pratiwi, M.T serta Tri Woro Setiati, M.T melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Pelatihan “Pengolahan sampah plastik menjadi Conblock”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang menumpuk di Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin. Beberapa tempat di kawasan Air Kumbang, telah menjadi gunung sampah, salah satunya di Desa Sidomulyo yang merupakan pembuangan akhir dari beberapa daerah sekitar Air Kumbang, termasuk yang berasal dari Kota Palembang. Permasalahan ini memberikan tantangan tersendiri kepada Tim Dosen Unievrsitas Tridinanti untuk membantu masyarakat mengolah dan memanfaatkan sampah, salah satunya sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Melalui Dana Bantuan Hibah Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2024, Winny Andalia dan tim melakukan Sosialisasi, Workshop serta penyediaan alat untuk membuat Conblok yang berbahan utama sampah plastik. Secara umum, conblock yang dijual di pasaran saat ini terbentuk dari campuran semen, pasir dan air. Untuk conblock yang dibuat oleh Tim Universitas Tridinanti mengandung 60 persen sampah plastik dan dinamai dengan Plas-block. Dengan perbanding 1:2 (pasir : plastik), Plas-block mampu menyerap sekitar 100 kg sampah plastik untuk menghasilkan 100 plas-block.

Jenis sampah plastik yang digunakan terdiri dari jenis PET (polyethlene terephthalate) dan PP seperti botol plastik air mineral ataupun air mineral gelas. Selain itu juga sampah-sampah plastik yang dihasilkan oleh kegiatan keseharian masyarakat, seperti bungkus plastik kemasan, kantong plastik, plastik kresek, makan ringan, mi instan, kopi, gula hingga kemasan isi ulang minyak goreng  dan sabun cuci.

Dalam kegiatan ini masyarakat diperkenalkan bagaimana cara memilah dan mengelompokkan sampah plastik sehingga dapat memudahkan dalam proses pembuatan Plas-Block. Setelah itu, masyarakat diajak memproduksi bersama dengan Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Tridinanti.

Bapak Rahmat, SP yang merupakan Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin sangat menyambut baik kegiatan ini. Menurut beliau “Kegiatan ini sangat penting untuk menambah pengetahuan masyarakat desa, serta mengubah mindset atau pola pikir masyarakat desa terhadap sampah plastik. Ibu Winny Andalia dan tim memberikan semangat inovasi yang tinggi kepada masyarakat agar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah, khususnya sampah plastik menjadi produk jual yang bermanfaat. Rencananya Produk Awal Plas-block akan dipasang di samping Lapangan Volly Desa Sidomulyo, sebagai perkesaran taman Kantor Desa”.

Mengenai daya tahan material, plas-block telah melalui ujicoba di Laboratorium Kuat Tekan Teknik Sipil Universitas Tridinanti. Hasilnya, plas-block dapat dimanfaatkan dan cocok untuk perkerasan pada kawasan taman dan lapangan. Dalam proses pembuatannya, Tim Dosen menggunakan metode konvensional sehingga mudah untuk diaplikasikan oleh masyarakat. Sampah plastik yang telah melebur melalui proses pembakaran dicampur dengan pasir kemudian dicetak pada cetakan yang selanjutnya didinginkan dengan air. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu warga masyarakat, khususnya di Desa Sidomulyo untuk dapat mengurangi penumpukan sampah plastik, sehingga data dimanfaatkan menjadi produk-produk olahan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Pada Akhirnya tujuan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk  meningkatkan kualitas hidup, keterampilan serta kemampuan perekonomian masyarakat desa,” menurut Winny Andalia, M.T selaku Ketua Tim PKM Universitas Tridinanti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *