HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

10.000 Peserta Hadiri Doa Syukur dan Dzikir Akhir Tahun 2023 Jaringan Santri Indonesia

Foto: Doa Syukur dan Dzikir Akhir Tahun 2023 oleh Jaringan Santri Indonesia (JSI), Sabtu (30/12).

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Jaringan Santri Indonesia (JSI) menggelar doa syukur dan dzikir akhir tahun 2023 bertempat di Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah Gandus Palembang, Sabtu 30 Desember 2023. “Zikir dan Doa Bersama Akhir Tahun dari Jaringan Santri Indonesia ini yang ke 6. Pertama dilaksanakan di Banten, Brebes, Babel, Bengkulu, Jambi dan sekarang ini di Sumsel. Dari sekian banyak tempat, di Sumsel pecahkan rekor sekitar 10.000 peserta yang hadir ini. Subhanallah atas support kalian semua hadir di sini,” kata KH Syofwatillah Mohzaib,S.Sos.I yang merupakan Tuan Rumah Mudir Ponpes IGM Al Ihsaniyah sekaligus Ketua Dewan Pengurus Pusat JSI dalam sambutannya.
Menurut Ofat, panggilan akrab dai yang terkenal karena merupakan sosok pembuat dan penggagas Alquran Raksasa. Ofat berterima kasih atas berbondong-bondong untuk menyukseskan acara tablig akbar dan zikir bersama di Pesantren IGM Al Ihsaniyah dan juga pusat berdirinya Alquran Raksasa. “Biasanya dalam sehari, tempat ini dikunjungi sekitar 500 sampai 1000 pengunjung bahkan hari libur bisa sampai 5000 sampai 10.000 pengunjung Alquran Akbar di Gandus Palembang ini, ” tambah Ofat.

H Syofwatillah Mohzaib.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina JSI Sumsel, Ir H Mawardi Yahya mantan Wakil Gubernur Sumsel dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan doa syukur dan dzikir akhir tahun 2023 ini. Disebutkannya, ribuan peserta ini menunjukkan betapa H Syofwatillah sebagai penggagas Alquran Raksasa sudah ada di hati masyarakat kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya.

Ir. H Mawardi Yahya.

Dirinya sangat terharu dengan ramainya peserta zikir dan doa akhir tahun dari Jaringan Santri Indonesia Sumsel ini. Disebutkannya, pimpinan Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniyah Dr Marzuki Alie sebagai Pendiri Jaringan Santri Indonesia merupakan suatu kebanggaan masyarakat Sumsel. Habib Muhammad Shahab hadir juga pada kesempatan zikir dan doa akhir tahun ini. “JSI ini didirikan Dr Marzuki Alie dengan tujuan kenangan bagi kita semua tidak pandang umur, jenis kelamin dan ras. Perjuangan santri tahun 1945 ikut berjuang memerdekakan RI maka sebab itulah sekarang jadi perhatian pemerintah para santri dan jaringan santri. Tahun 2015 lalu dilahirkan Hari Santri 22 Oktober 2015 lalu. Biasanya sekolah umum dan pesantren ada beda namun sekarang tidak ada beda lagi di mata pemerintah Indonesia. Maka sebab itu tentunya banyak hal dan manfaat untuk anak-anak ikut sekolah di pesantren. Ilmu agama sudah pasti dan ilmu umum juga diberikan di pesantren. Presiden RI Joko Widodo yang mencetuskan Hari Santri adalah sebuah kebijakan yang sangat luar biasa. Jaringan Santri Indonesia bergerak di bidang dakwah, zikir dan doa. Insya Allah istiqomah berjuang. Prabowo juga sebagai Pembina,” kata Mawardi Yahya yang pada kesempatan ini menyampaikan permintaan maaf selaku Ketua Umum Gerindra Sumsel atas ketidakhadiran Prabowo yang tidak hadir karena kesibukan yang banyak. “Tekad dan semangat Prabowo untuk meneruskan cita-cita Presiden Jokowi, meneruskan kebijakan pemerintah Indonesia. Perhatian terhadap semua lapisan masyarakat Indonesi yang diberikan Presiden Jokowi akan diteruskan Prabowo,” kata Mawardi yang juga menyebutkan bahwa Sofwatillah yang berkeinginan mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI maka semoga diijabah Allah doanya. “Semoga menjadi perwakilan Sumsel di DPD RI. Mari kita doakan Sofwatillah,” tambah Mawardi.

Dr. H. Marzuki Alie.

Sementara itu, Pendiri dan Penasehat JSI, Dr H Marzuki MA dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pengurus masjid dan anggota masjid sekota Palembang yang turut menyukseskan zikir dan doa akhir tahun ini. “Khusus Bapak Ir Mawardi Yahya yang hadir di sini terima kasih. Mari kita doakan cita-cita beliau agar terwujud. Kita doakan Pak Mawardi yang berkeinginan menjadi calon pemimpin di Sumsel ini. Muhammad Shahab, habib yang hadir juga yang tidak pernah lepas dengan Syofwatillah. Terima kasih atas support terhadap terlaksananya acara yang sangat mulia ini. Ibu-ibu pengajian yang hadir menyemarakkan acara. Lima tempat yang digelar JSI, Sumsel luar biasa dihadiri peserta. Ini merupakan bentuk apresiasi dan syukur bersama untuk mendoakan dan berzikir bersama atas keselamatan diri, keluarga dan bangsa ini. Mari senantiasa bersyukur kepada Allah karena berkat nikmat-Nya kita diberikan kesempatan, kesehatan dan kenikmatan hingga bisa duduk di tempat ini. Bersama mendoakan negeri ini menjadi negeri yang maju. Doa buat Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya kita sampaikan juga. Salam dari Ketua Dewan Pembina JSI, Prabowo yang tidak sempat hadir. Ada tiga pesan khusus dari beliau di antaranya minta maaf tidak bisa hadir pada kesempatan ini,” kata Marzuki.


Acara diawali dengan zikir yang dipimpin Khoirul Adha. Selanjutnya pembacaan Ayat Suci al Quran oleh qori nasional Lukmanul Hakim. Doa syukur oleh UStadz Kgs M Tori, S.Ud (Ustadz JSI Kota Palembang). Selanjutnya, tausiyah agama oleh Habib Muhammad Syahab (dai di salah satu stasiun televisi nasional “Islam Itu Indah”). (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *