HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Peduli Panti Asuhan, Relawan GBS Berikan Edukasi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Relawan dari komunitas Gerakan Bumiku Sayang (GBS) dan Duta Eco-Enzyme Palembang memberikan edukasi pemilahan sampah dan manfaat eco-enzyme bertempat di Panti Asuhan Lafifah yang beralamat di Jalan Sukatani Komplek Yuka RT 13 RW 07 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako Palembang. Para relawan berpesan agar penghuni panti asuhan melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya. Hadir dari komunitas Gerakan Bumiku Sayang (GBS) yaitu Sully dan Bovend, juga relawan yang turut hadir adalah Irma dan Rina.

Bovend Saor Sitinjak, pembicara dalam kegiatan tersebut, menjelaskan tentang proses pembuatan eco-enzyme. “Eco-enzyme sangat mudah dibuat. Hanya butuh 3 bahan dasar saja, dan rumus 1:3:10,” ujar Bovend, Lebih lanjut ia mengatakan, 1 bagian adalah molase/gula merah/gula aren, 3 bagian merupakan bahan organik (BO), dan 10 bagian yaitu air. Kemudian, semua bahan tadi dicampur, dan difermentasi selama 3 bulan. “Bahan organik (BO) bisa berupa kulit aneka buah, batang atau daun sayur-sayuran,” ungkapnya. Selama masa fermentasi, lanjutnya, terjadi 3 tahapan proses. Gas/alkohol terbentuk di bulan pertama, aroma asam/cuka di bulan kedua, dan enzyme atau bakteri baik pada bulan ketiga. “Itulah alasan mengapa cairan ini dinamakan eco-enzyme,” tambah Bovend.

Selain menerangkan cara pembuatan eco-enzyme, para relawan juga mengajak penghuni Panti Asuhan Lafifah untuk melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya. Tujuannya, agar panti asuhan ini menjadi lembaga yang menghasilkan zero waste/nol sampah ke TPA. Sesi tanya jawab dipandu oleh Sully Fang, seorang relawan GBS yang turut hadir di acara tersebut. Ia bahkan memberikan apresiasi berupa hadiah pulsa bagi anak panti yang bisa menjawab pertanyaan soal penyebab terjadinya banjir. Pertanyaan ini berhasil dijawab oleh Sari. Dikatakannya, sampah plastik, yang butuh waktu sangat lama untuk terurai, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

Sebelum pulang, para relawan berjanji akan mengunjungi lagi Panti Asuhan Lafifah dalam 2 pekan ke depan. Pada kunjungan berikutnya, para penghuni panti asuhan akan dilatih untuk mengolah sampah menjadi berkah dengan praktek pembuatan eco-enzyme dan eco-brick. Merekapun diminta untuk mengumpulkan sampah plastik yang dihasilkan selama 2 pekan nanti. Di akhir kegiatan, penghuni panti asuhan diajak foto bersama, dan meneriakkan yel-yel “eco-enzyme, hijaukan bumi, hangatkan hati, wujudkan bakti, bagimu negri”. (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *