HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

PPL Mahasiswa UKMC Agar Menjadi Pengajar Bahasa Inggris Turut Membangun Keberanian

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) yang berada di bawah naungan Fakultas Humaniora & Ilmu Pendidikan di Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) mengirimkan mahasiswa mereka ke beberapa SMP dan SMA/K di kota Palembang, mereka turut serta dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL), sebuah inisiatif penting sebagai persiapan menjadi pengajar bahasa Inggris.


Menjadi pengajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris, adalah perjalanan yang sarat keseruan. Tantangan mengajarkan bahasa Inggris mengharuskan keahlian berbahasa yang tajam serta keterampilan mengajar yang berkualitas. Mengingat kemampuan berbahasa Inggris belum tentu berarti mampu mengajar bahasa tersebut kepada orang lain. Karena itu, bagi mereka yang memegang gelar sarjana pendidikan dengan fokus pada bahasa Inggris memiliki peluang yang lebih terbuka untuk mengisi peran pengajar, baik di lingkungan sekolah maupun lembaga pelatihan.

Yohanes Maria Restu, M.Hum Bagian Humas dan Kerjasama UKMC kepada media menjelaskan bahwa kegiatan PPL mahasiswa UKMC Program Studi Bahasa Inggris ini akan berlangsung hingga Oktober 2023 di berbagai sekolah mitra PBI UKMC. Beberapa sekolah tersebut termasuk SMA Xaverius 1, SMA Xaverius 2, SMA Xaverius 3, SMK Methodist 2, SMP Xaverius 1 Frateran, dan SMP Xaverius Maria Palembang.

Anastasia Ronauli Hasibuan, Ketua Prodi PBI UKMC, menegaskan bahwa Program PPL adalah bentuk komitmen PBI UKMC dalam membentuk calon pengajar bahasa Inggris yang berkualitas. Melalui program ini, diharapkan para calon guru dari PBI UKMC akan menjalani profesi keguruan dengan cinta dan dedikasi, dan waktu menjalani PPL di sekolah para mahasiswa tak lagi hanya diidentifikasi sebagai pelajar, tetapi juga sebagai guru magang. Mereka dituntut untuk bersikap dan berpenampilan sebagai seorang guru, dan harus berpartisipasi dalam semua aspek akademis dan non-akademis di sekolah tersebut. Mahasiswa PBI UKMC terlibat dalam kegiatan mengajar, mulai dari persiapan hingga evaluasi pembelajaran, yang dilakukan bersama guru-guru bahasa Inggris di sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini bukan  sekadar pelajaran akademis, tetapi juga pengalaman lapangan yang mendalam. (darisawalistyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *