HeadlineHukum&KriminalPalembangSUMSEL

Api Kembali Muncul, Dua Heli Water Bombing Ikut Padamkan Kebakaran TPA Sukawinatan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Api kembali muncul, Dua helikopter water bombing ikut padamkan kebakaran di TPA Sukawinantan Kecamatan Sukarami Palembang, yang dipantau langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Dua unit helikopter water bombing, dari pantauan Selasa (15/8) dalam sehari sudah 50 kali lebih 2 unit helikopter menerjunkan air dari udara ditumpukan sampah yang menyisahkan asap. Sementara dari daratan tim gabungan BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, TNI dan Polri bahu membahu memadamkan api dan melakukan proses pendinginan. “Semalam sudah saya tinjau, semakin parah, maka saya putuskan hari ini karena belum ada hujan, kita pakai water bombing, sudah 58 kali sampai pukul 12 lebih sudah 200 kubik lebih belum lagi yang lewat darat,” ungkap Herman Deru, Gubernur Sumsel, Selasa (15/8).

Mengingat kebakaran pertama kali terjadi Jumat (11/8), api sempat padam, akan tetapi kembali timbul, sehingga diperlukan penanganan serius dan melibatkan semua pihak untuk proses pemadaman. Dengan kerja keras semua tim dalam penangulangan kebakaran di TPA Sukawinatan. Gubernur Sumsel Herman Deru berharap api dapat benar -benar padam. “Mudah- mudahan apinya padam, yang berpotensi mudah terbakar dibasahi agar tidak merebak, tapi kita tidak boleh terlalu PD kalau dia padam kita tinggalkan itu tidak bisa,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran di TPA Sukawinatan, ditegaskan Herman Deru, masih dalam proses penyelidikan apakah ada unsur ketidaksengajaan atau faktor alam, mengingat Provinsi Sumsel sudah masuk musim kemarau. “Kalau sengaja sepertinya tidak ya, sampai saat ini tidak ada unsur kesengajaan, karena sampah ini tidak terpisahkan antara organik dan nonorganik, mungkin karena proses alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) Iriansyah, jika kegiatan hari ini dengan menurunkan dua unit helikopter water bombing, bertujuan membantu pendinginan (pembasahan) proses pemadaman kebakaran TPA Sukawinatan. “Ini dalam rangka percepatan pemadaman di TPA ini, Bapak Gubernur sudah meminta BPDB melalui udara, karena dari darat sudah kita lakukan, mengingat lahan ini berupa sampah yang sudah mengunung, sudah batubara dan bergambut, untuk itu kita bersama- sama melakukan pembasahan dan pemadaman,” ujar Iriansyah.

Dikatakan Kepala BPBD Sumsel, 2 unit Helikopter yang seharusnya digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk sementara waktu digunakan untuk pemadaman kebakaran di TPA Sukawinatan, agar api atau asap tidak menjalar atau meluas. “Ada dua helikopter yang dibantukan di sini, ini heli untuk karhutla kita geser ke sini, atas permintaan Bapak Gubernur dan Bapak Wali juga, untuk proses pemadaman dan pendinginan, proses pemadaman sejak Sabtu pagi kita sudah bekerja,” jelasnya.

Untuk kendala di lapangan, ditegaskan Iriansyah, jika kendala dalam proses pemadaman bersumber pada air. “Kendala sumber air itu yang penting, kalau ada air kita aman, sumber air kita kalau udara ambil air di sungai, kalau di darat itu ada yang disuplai ada juga yang dari dam,” ujarnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *