Rektor Unsri Lantik Tiga Wakil Dekan FKIP Unsri

 

Keterangan foto: Rektor Unsri saat melantik tiga Wakil Dekan FKIP Unsri.

Prof Anis Sagaff: Amanah yang Diberikan Bukan Jabatan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Sagaff, MSCE. IPU. ASEAN. Eng. melantik tiga Wakil Dekan di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri masa bakti 2023-2025. Pelantikan disaksikan juga oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian dan Keuangan. Prof. Dr. Taufiq Marwa, SE. M.Si., Unsri, Dekan FKIP Unsri Dr. Hartono, M. A , serta tamu undangan bertempat di Aula FKIP Unsri KM 5.5 Palembang, Rabu (24/1/2023).

Adapun pejabat yang baru dilantik yaitu Dr. Rita Indrawati, M.Pd., sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unsri, Dra. Nyimas Aisyah, M.Pd., Ph.D., sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FKIP Unsri, serta Dr. Ismet, S.Pd., M.Si., sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Unsri. Sementara itu berdasarkan SK Rektor Unsri, pejabat yang lama yang sudah mengakhiri masa jabatan yaitu Dr. Ismet, S.Pd., M.Si., selaku dosen yang dipercayakan memegang amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unsri masa bakti 2019-2023 dan Dra. Nyimas Aisyah, M.Pd.,Ph.D Wakil Dekan Bidang  Administrasi Umum dan Keuangan masih diberikan kepercayaan sebagai wakil dekan. Sedangkan Dr. Riswan Jaenuddin, M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Masa Bakti Periode 2019-2023 sudah mengakhiri masa jabatannya.

Rektor Unsri menandatangani berita acara pelantikan.

Pada kesempatan ini Prof Anis mengingatkan jajarannya bagaimana mewujudkan Unsri sebagai Word Class University. “Cepat, tepat dan kualified. Kita ini kuat tapi harus berjamaah. Mari bersama-sama kita wujudkan harapan masyarakat bahwa Unsri sebagai tempat mencetak generasi yang membanggakan dengan segala kelebihan yang dimiliki mereka. Saya ingatkan mari kita sama-sama membenahi apa yang kurang. Gaya pendidikan zaman penjajah bagi dosen jangan dipakai lagi. Mari kita sama-sama bergerak dan berbuat bagaimana mahasiswa kita cepat selesai kuliah, tepat waktu 3.5 tahun,” ujar Anis.
Diakuinya, persaingan sekarang ini ketat. PTN harus bersaing dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Disebutkannya, dengan jumlah 4.000 PTS di Indonesia dan PTN sebanyak 160 di Indonesia, Unsri juga harus berbenah dan tak boleh lengah. “Persaingan ketat, swasta pun dalam merebut persaingan di masyarakat. PT itu jasa pendidikan yang diberikan untuk masyarakat dengan catatan tidak boleh komersial. Sekarang banyak yang buat, ada swasta 4000 sedangkan 160 pts. Artinya saingan 1 berbanding berapa, jadi kalau tidak berbenah. Negeri biasanya merasa lebih tinggi kasta sekarang tidak boleh lagi. Harus profesional harus lebih baik dari yang lain. Jadi Unsri kita gaungkan dulu. Bagaimana kualitas harus lebih baik. Anak negeri harus lebih baik dari swasta. Jadi Word Class University, perbaiki diri dulu. Internasionalisasi dulu, Asean sudah berhasil tapi baru sampai kerjasama riset. Sekarang mahasiswa luar mau belajar di kita. Menteri sudah buka kran silahkan berinovasi yang penting produk kita itu bagus,” kata Anis lagi.

Para pejabat yang dilantik sedang diambil sumpah.

Terkait pesan pelantikan, secara panjang lebar, Prof Anis Sagaff menyampaikan amanah terkhusus tiga pejabat yang dilantik dan secara umum kepada semua pejabat dan pegawai di lingkungan Unsri. “Kegiatan hari ini dalam rangka mengoptimalkan fungsi kita sebagai manusia sehingga kita bisa membesarkan peran kita. Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW. “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan kebaikan bagi manusia lain”. Serah terima ini biasa saja sebagai amanah. Memimpin sebagai imam dengan kejujuran, keadilan dan dikerjakan denga ikhlas. Banyak pejabat yang tergelincir karena nafsu amarah adalah paling jahat nafsu yang bisa ingin menguasai semuanya. Sebanyak apa pun yang didapat tetap merasa kurang. Ini banyak terjadi dengan mencari segala cara untuk mendapatkan tidak lagi memikirkan haram dan halal, hak atau bukan yang penting dia dapat. Kita berdoa semoga Allah menghindarkan kita dari itu,” kata Prof Anis.

Rektor saat menyerahkan SK Pelantikan 

Dirinya mengingatkan para wakil dekan yang tanggungjawabnya ke dekan. “Artinya dekan sudah percaya kepada kalian untuk memegang amanah. Amanah yang diberikan bukan jabatan. Syaidina Ali, dipilih tapi dia tidak mau. saya masih muda, masih mempunyai emosional yang tinggi. Oleh karena itu, dia mengusulkan Syaidina Abu Bakar yang usia sudah tua. Takut emosi dan tidak amanah.Saya menceritakan ini untuk menggambarkan betapa beratnya jabatan. Wakil dekan dipercaya oleh dekan. Amanah itu diberikan oleh karena itu kerjakan sesuai dengan bidang yang diberikan, tidak boleh ‘ngonyor, jalan dewek”. integritas sudah ditandatangan. Tidak perform, tidak cakap, silahkan diganti. Kita ada program. Jadi jabatan bukan dinikmati. Sampaikan dengan baik jika atasan tak sepaham. Kalau tidak sepaham maka akan kacau. Jika ada pimpinan yang ‘tidak amanah’ sampaikan bahkan bila perlu minta mundur dari jabatan. Sebaliknya, dengan optimum bekerja sesuai dengan bidang masing-masing maka akan aman. Wakil Dekan sesuai dengan tugas, misalnya Bu Rita WD 1, bagaimana mahasiswa selesai kuilah tepat waktu. FKIP termasuk fakultas yang bagus. Untuk Indonesia dipuji orang bagaimana alumni FKIP Unsri diterima masyarakat mulai dari etika sampai kualitas dirinya. FKIP Unsri ditunjuk 15 prodi bakal ada PPG, ini penunjukan Dirjen. Suatu kepercayaan tidak mungkin kalau track record tidak bagus. Ini luar biasa. FKIP sudah on the track. Saya yakin maju. Bu Aisyah ngurusi keuangan termasuk bagaimana gaji para pengajar PPG jangan sampai tersendat. Pak Ismet sudah WD1 sekarang WD3, saya ingatkan bahwa kita punya anak-anak bagus-bagus mereka tidak ada yang bodoh karena masuknya dengan ujian. Tes SNPTM dan track record ada dari SMA. Tinggal kita bina mereka menjadi lulusan berkualitas. Dulu saya 5 tahun buat kebijakan berkoordinasi dulu dengan Pak Menteri. Dulu sempat dihebohkan tapi sekarang itulah semangat kita. Jangan lama-lama kuliah. Pendidikan kita ada peninggalan zaman penjajah. Dosen yang bertindak sewenang-wenang, sulit ditemui, urusan pribadi ditumpahkan dengan mahasiswa. Dulu pake mesin ketik kalau dicoret dosen, sekarang enak pake word bisa langsung diganti. Jadi intinya jangan sewenang-wenang dengan mahasiswa. Ayomi mereka supaya mendapatkan ilmu dan bimbing supaya cepat selesai kuliah,” ujarnya.
Para pejabat yang dilantik ini selain melakukan Penandatanganan Naskah Serah Terima Jabatan, Berita Acara Sumpah Jabatan serta adanya Pernyataan Integritas disaksikan Rektor, Wakil Rektor serta dan pejabat di lingkungan Unsri. (*)

Pembacaan SK Pelantikan

Tamu undangan yang hadir

Ucapan selamat dari Rektor dan jajaran

Foto bersama

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *