petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsua Polda Sumsel Amankan Pelaku Penimpunan BBM Solar

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Tri Haryono alias Iyon (31), hanya bisa pasrah, saat dirinya diamankan petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsua Polda Sumatera Selatan (Sumsel) atas aksinya melakukan penimbunan BBM jenis solar subsidi yang akan dijual kembali. Ketika kasus yang menjerat dirinya digelar pihak kepolisian di Basmen Gedung Persisi Polda Sumsel, Selasa (29/11).

Dalam aksinya, pelaku Iyon melakukan penimbunan BBM Subsidi jenis solar di sebuah gudang penyimpanan di Desa Sidodadi Rt 003 Rw 002 Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur, saat dilakukan pengerebekan oleh Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel petugas mengamankan 2.400 liter, Kamis (25/11) kemarin.

Dalam aksinya, melalui pihak kedua pelaku membeli BBM subsidi jenis solar di sebuah SPBU di kawasan perbatasan Mesuji, dengan mengunakan dirijen kapasitas 35 liter diangkut mengunakan sebuah mobil pick up untuk dibawa ke lokasi penampungan.

Menurut pengakuan tersangka Tri Haryono, di hadapan petugas dirinya mengaku nekat melakukan penimbunan BBM subsidi jenis solar yang dibelinya dari pihak ke dua di sebuah SPBU di perbatasan Mesuji, baru berjalan hampir setengah tahun. “Saya baru 6 bulan pak, setiap bulan bisa beli BBM jenis solar sebanyak 3 ton di SBPU di Mesuji, dengan keuntungan Rp 4 juta,” aku tersangka Iyon kepada petugas.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadani mengatakan jika pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar termasuk penyaluran BBM Subsidi oleh pelaku.”Itu masih pendalaman kita karena dari hasil pembelian ini akan disalurkan ke mana masih dalam penyelidikan kita dan akan kita perdalam lagi, termasuk pelaku membeli di SBPU itu kita perdalam, total BB yang kita amankan 2.400 liter BBM subsidi jenis solar,” jelas Kombes Pol Barly.

Dijelaskan Dirreskrimsus Polda Sumsel, pada saat proses penangkapan, tersangka Iyon sedang merapikan terpal mobil pick up yang sedang bermuatan beberapa dirijen yang diduga berisi BBM Subsidi jenis solar, yang rencananya BBM tersebut akan dijual kembali, karena curiga petugas pun menangkap tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang Undang No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi yang telah diubah pada Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, tentang penyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bbm subsidi pemerintah, dengan ancaman pidana penjara 6 tahun denda Rp 60 Miliar. (Ly)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *