Pajero Sport Nyelonong, Tewaskan Pedagang Gorengan di RE Martadinata Palembang

PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Kecelakaan maut kembali terjadi, kali ini sebuah mobil sport pajero warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) BB 1068 IN, menewaskan seorang pedagang gorengan dan membuat luka serius tukang tampal ban, di kawasan Lorong Satria Jalan RE Martadinata Rt 37 Rw 001 Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) 2 Palembang, Selasa (15/11) sekitar pukul 13.18 Wib.

Dari pantauan, hanya tampak puing- puing gerobak gorengan milik Nilawati (50) dan tempat tampal ban milik Kris (35) yang berantakan, sementara mobil sport pajero yang dikemudikan seorang perempuan (yang belum diketahui identitas -red) masih terselip di antara dua tiang listrik. “Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, yang bawa mobil perempuan,” ungkap seorang saksi, yang sehari- hari mangkal berjualan makanan di sekitar TKP.

Kejadian tiba -tiba, mobil sport pajero yang datang dari arah Lemabang menuju Pusri, tiba- tiba tepat di TKP langsung menabrak kedua korban. Korban Kris terpental masuk ke dalam saluran pembuangan mengalami patah tulang. Naas korban Nilawati yang saat itu tengah duduk, tewas di tempat karena mengalami pecah di bagian kepala dan langsung dilarikan ke Forensik RSMH Palembang. “Tukang gorengan perempuan itu tewas di tempat, sementara tukang tampal ban patah tulang pinggang, sudah dibawa ke rumah sakit,” tutur Davis.

Akibat kejadian tersebut, kemacetan panjang terjadi, lantaran kendaraan dari Pasar Lembang ke Pusri sengaja melambat bahkan berhenti untuk melihat bahkan mengabadikan kecelakaan tersebut, walau petugas kepolisian dari Polsek IT 2 Palembang dan Lanal Palembang turun untuk mengatur lalu lintas.

Saat hendak melakukan evakuasi mobil sport pajero, tampak puluhan Anggota Lanal Palembang baik yang berpakaian lengkap, olahraga bahkan yang berpakaian bebas turut hadir, mengamankan TKP, sedangkan pihak kepolisian hanya mengatur arus lalu lintas saja.

Dari pantauan sampai pukul 16.55 Wib, mobil sport pajero dievakuasi mengunakan alat forklift, karena medan tanah yang basah membuat ban alat berat forklift terbenam, walau didorong oleh beberapa anggota Lanal Palembang tidak bergerak, hingga petugas Lanal menggunakan sebuah mobil truk tangki untuk menarik mobil forklift.

Menjelang petang, pukul 17.34 Wib petugas Lanal kembali menurunkan alat berat forklift besar untuk mengevakuasi mobil.

sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian dalam hal ini Polsek IT 2 Palembang tidak dapat dikonfirmasi. Termasuk pihak Lanal Palembang juga. Bahkan saat hendak mewawancari seorang warga yang mengetahui jalan cerita, sempat dihalangi. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.