Temu Responden dan Sarasehan dalam Rangka Pengendalian Inflasi Pangan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi semua pihak yang telah berkolaborasi bersama Pemprov Sumsel untuk pengendalian inflasi di Sumsel. Hal ini diungkapnya dalam temu responden dan sarasehan dalam rangka pengendalian inflasi pangan mewujudkan Sumatera Selatan Kuat Indonesia Hebat yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Ballroom Hotel Arista Palembang, Senin (3/10).

“Kita hanya berusaha mengendalikan harga untuk disesuaikan dengan potensi yang kita miliki dengan data dan pemetaan yang benar kita gali dan kembangkan. Salah satunya pada sektor pertanian,” katanya.

Menurut HD, penyebab inflasi pada setiap daerah berbeda, namun secara umum inflasi dipengaruhi beberapa hal antara lain musim, infrastruktur, penyesuaian harga BBM, dan kelangkaan BBM.

Misalnya saja, BMKG memperkirakan bahwa tahun 2022 Sumsel sedikit mengalami musim kemarau akibat adanya la nina, tentu hal ini akan mempengaruhi komoditas pertanian. Selanjutnya, ketersediaan infrastruktur jalan yang memudahkan transportasi dari sentra produksi ke pasar.

Saat ini di Sumsel jalan-jalan yang menjadi tanggung jawab Provinsi telah diperbaiki 93 persen, ruas jalan nasional 92 persen,namun kumulatif jalan milik kab/kota masih 52 persen.

Disamping itu, ada gebrakan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang ditujukan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang konsumtif menjadi produktif  sebagai salah satu upaya dalam mengendalikan inflasi daerah. Hal ini ternyata mempengaruhi penurunan angka kemiskinan di Sumsel pada tahun 2022 ini, dan jadi yang terbaik selama 10 tahun terakhir.

Program ini terus digaungkan pada semua sektor masyarakat dan kab/kota di Sumsel dengan acara mengedukasi dan dievaluasi untuk ditingkatkan lagi. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada perbankan yang tepat sasaran dalam menyalurkan KUR- nya dengan hampir 100 persen terserap dan tidak ada kredit macet di sektor pangan,” katanya.

Kepala Perwakilan BI Sumsel, R. Erwin Soeriadimadja, ungkapkan kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk meningkatkan hubungan kemitraan bersama kalangan dunia usaha, perbankan, instansi pemerintah. “Terima kasih atas dukungan kepada lama dalam pelaksanan survei yang berujung pada data statistik ekonomi daerah dan menghasilkan rekomendasi kebijakan. Saya juga mengapresiasi inisiasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan oleh Gubernur HD,”katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi XI, Ir. Ahmad Hafidz Tohir, harapkan BI maupun Pemprov Sumsel dapat memberikan informasi terkait cara mencapai kesuksesan dalam mengendalikan inflasi. Dan berkomitmen untuk mendukung program Pemprov Sumsel.

Selain itu, Ia mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak menurunnya perekonomian dunia dengan menggiatkan ketahanan pangan tanpa merusak lingkungan.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pemberian penghargaan responden terbaik untuk 20 peserta, Pemberian program sosial BI, serta penyerahan CSR kepada 4 peserta.

Kegiatan ini dihadiri 200 peserta yang terdiri dari perwakilam responden dan surveyor survei rutin dan Lialson kantor Perwakilan BI Prov Sumsel.

Turut hadir anggota DPR RI Komisi XI, Ir. Ahmad Hafidz Tohir, anggota DPR RI Komisi X, Desi Ratnasari, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel, Drs. H. Edward Chandra, MH., dan Para Kepala OPD Sumsel. (rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.