Pelatihan Manajemen Pengelolaan Usaha Koperasi dan Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM di Empat Lawang

  • Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Selatan

EMPAT LAWANG, MEDIASRIWIJAYA –  Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan mengadakan kegiatan 2 pelatihan sekaligus yaitu Pelatihan Manajemen Pengelolaan Usaha Koperasi dan Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM di Kabupaten Empat Lawang. Narasumber pada pelatihan ini dari Klinik UKM baturaja dan Lembaga Diklat LPK Sriwijaya Mandiri.    Pelatihan ini dilakukan pada tanggal yang sama dan kelas yang berbeda, yaitu tanggal 07 – 09 September 2021.  Bapak Aidil Yuliansyah,S.E.,M.M (Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja) dalam sambutannya mengatakan bahwa ada 153 Koperasi di Kabupaten Empat Lawang dan mayoritas jenis usahanya adalah simpan pinjam,  dan diharapkan setelah pelatihan ini mereka sudah bisa melaksanakan kegiatannya sesuai dengan ilmu yang telah diterima dari narasumber. ”Dari 153 lembaga Koperasi yang ada di Empat Lawang mayoritas jenis usahanya adalah simpan pinjam.” Kata Aidil Yuliansyah.

Suasana sangat mendukung dan tetap melaksanakan prokes. Bapak Wawan ( Ka. UPTD Koperasi) Empat Lawang dalam samutannya  mengharapkan peserta supaya bisa memperbaiki yang selama ini mungkin keliru supaya langsung diperbaiki.    Narasumber pelatihan bapak Agn. Supriyanto.,M.Si dari Universitas Sumatera Selatan dan beliau juga pengelola Lembaga Diklat Sriwijaya Mandiri, Bpk V. Edy Cahyono ( DEKOPIN) dan Klinik UKM.  Bapak Agn. Supriyanto., M.Si  mengatakan bahwa pada saat koperasi masih kecil aturan jangan terlalu ketat. Secara perlahan dengan pertambahan anggota aturan juga mulai dilengkapi. Karena koperasi milik anggota, maka anggota perlu diutamakan khususnya dalam hal pelayanan.   Sedangkan bapak Edy Cahyono mengulas sekitar problem pendidikan yang harus berkesinambungan  diberikan kepada anggota. Sebagai badan usaha, koperasi membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan baik dan benar. Hal yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya terletak pada unsur manajemen organisasi yang menggerakkan operasional koperasi yakni pengurus, pengawas, pengelola dan anggota.  Operasionalisasi koperasi berjalan sesuai dengan AD/ART yang diputuskan dalam Rapat Akhir Tahun (RAT) yang merupakan bagan tertinggi dalam struktur organisasi koperasi. Pada RAT, keputusan – keputusan strategis diputuskan, seperti membuat kebijaksanaan umum, mengangkat dan memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin jalannya koperasi sedangkan pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi. Dalam perjalanannya, pengelolaan koperasi seringkali menghadapi banyak permasalahan. Permasalahan-permasahalan yang sering muncul seperti; lemahnya kualitas SDM pengurus/pengawas dan pengelola koperasi, tingkat partisipasi anggota rendah, pengelolaan belum professional, belum mampu mencari terobosan usaha baru dan belum dapat memanfaatkan peluang usaha yang ada, penguasaan teknologi terbatas, pemasaran tidak maksimal dan struktur permodalan masih lemah/terbatas.  Oleh karena itu, agar permasalahan tersebut di atas dapat dihadapi sehingga koperasi bisa berdaya saing, maka perlu perbaikan sistem pengelolaan koperasi yang baik melalui pelatihan intensif yakni melalui pelatihan seperti ini. .(daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *