10 Kg Sabu Diupah Rp 20 Juta 

10 Kg Sabu Diupah Rp 20 Juta 
Foto: IST - Tersangka yang berhasil diamankan Polres Muba

SEKAYU, MEDIASRIWIJAYA  - Jajaran Satres Narkoba Polres Muba berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkoba dengan mengamankan seorang tersangka bernama Arjuna. Tersangka ditangkap di jalan Berlian Makmur C2 dusun VII desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, Muba. 
Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK didampingi Kasat Res Narkoba Polres Muba, AKP Jonroni M. Hasibuan, SH mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi jual beli narkoba yang meilntasi sepanjang jalan Dusun VII desa Srigung Kecamatan Sungai Lilin, Muba.
Pada saat di TKP, anggotanya melakukan penyisiran dalam wilayah tersebut dan melihat gerak gerik pelaku yang mencurigakan dengan membawa sebuah tas ransel yang diletakkan di atas sebuah sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam. "Saat anggota satres narkoba ingin melakukan penangkapan, pelaku sempat mengetahui dan mencoba melarikan diri dengan sepeda motor tersebut," ujarnya.
Kemudian dilakukanlah pengejaran oleh anggota Sat Res Narkoba dan berhasil mengamankan pelaku di simpang SPBU C2 kecamatan Sungai Lilin. "Saat digeledah, kita menemukan 10 bungkus kantong plastik warna hijau dengan rincian 5 bungkus merek 'Guanyinwang', 3 bungkus merek 'Refined Chinese Tea' dan 2 bungkus merek 'Qing Shan' yang disimpan di dalam sebuah tas ransel diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 9.975,03 gram dan satu unit kendaraan motor jenis Honda Revo warna hitam tanpa plat," jelasnya.
Dari hasil introgasi di lapangan, tersangka mengaku mendapatkan dari tersangka Dep (DPO) yang mengantarkannya kepada tersangka. Selama dalam perjalanan atas perintah hasil komunitas dari pemiliknya yang berasal dari daerah Pekanbaru yang bernama Edo dan IR (DPO) yang berencana akan dibawak ke wilayah kecamatan Babat Toman, Muba. "Diketahui pelaku tersebut merupakan jaringan bandar yang ada di kabupaten Muba dan akan dijerat dengan Pasal  Primer 114 ayat Subsider Pasal 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun," tegasnya.
Dari barang bukti narkoba yang disita yakni sabu-sabu dengan jumlah nilai  Rp10 miliar, maka aparat kepolisian berhasil menyelamatkan sekitar 40 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba dengan rasio 025 gram yang dikonsumsi oleh 1 orang.
"Kita masih melakukan penyelidikan, dan yang jelas barang ini bukan dari Sumsel melainkan dari daratan Sumatera. Bisa dari Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, dan lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, pelaku mengaku jika dirinya diminta oleh seseorang IR di Babat Toman untuk mengambil sabu-sabu dari Sungai Lilin. Perintah tersebut untuk bertemu untuk mengambil 1 kilogram sabu-sabu. "Awalnya perintah sabu yang diambil hanya 1 kg, namun kenyataannya ada 10 Kg. Untuk satu kali pengiriman saya diupah Rp20 juta," terangnya. (edy)