Waspadai Daging Sapi Tiruan dari 2B

Waspadai Daging Sapi Tiruan dari 2B
Iwan Gunawan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Kasus daging babi yang diserupai menjadi seperti daging sapi, dijual di pasaran yang terungkap beberapa hari lalu oleh Polresta Bandung. Untuk Sumatera Selatan hingga saat ini, belum ada kasus serupa  terjadi dan berharap jangan sampai terjadi. Namun meski demikian tetap harus waspada. Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sumsel Iwan Gunawan. Jumat (15/5/2020)

Modus para pengedar daging babi yang mereka lakukan yaitu mencampurkan borak ke daging babi yang berwarna lebih pucat diubah sedemikian rupa, sehingga warna lebih merah menyerupai daging sapi. "Warna daging babi itu lebih pucat, dengan di campurnya borak ke daging babi tersebut, maka dapat disamarkan menjadi lebih merah seperti daging sapi," katanya. 

Masih kata Iwan, saat ini tim Satgas Pangan Disdag Sumsel masih tetap memonitor pasar agar tidak terjadi hal tersebut. "Masyarakat juga harus hati -hati dan jeli dalam membeli daging dipasar dengan memperhatikan tiga hal yaitu warna daging, tekstur daging dan lemak daging, "ujarnya. 

Iwan menjelaskan, ada tiga cara yang tepat untuk mengetahui perbedaan antara daging sapi dengan daging babi, yaitu pertama dilihat dari warna daging. "Daging babi memiliki warna yang lebih pucat, sedangkan daging sapi cenderung kemerahan. Jika dilihat secara detail, daging babi akan sangat mirip dengan daging ayam," katanya.

Iwan melanjutkan, yang kedua serat daging atau tekstur dagingnya, daging sapi memiliki serat daging yang sangat terlihat jelas. Seratnya juga terlihat sangat padat dan garis-garis pada dagingnya juga tampak sangat jelas. "Berbeda dengan daging babi yang memiliki serat tidak sejelas daging sapi. Serat daging babi terlihat samar-samar dan renggang," ujarnya. 

Untuk yang terakhir, dilihat dari penampakan lemak. Jika dilihat dari kandungan lemaknya, pada daging sapi, kandungan lemaknya lebih kaku. "Sedangkan daging babi memiliki kandungan lemak yang berbentuk elastis, basah, dan susah untuk dilepaskan," katanya.

Iwan mengimbau, jangan sampai ada pedagang nakal yang melakukan kecurangan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Berdagang barang-barang ilegal dan tidak sesuai ada aturannya, jelas akan melanggar undang-undang dan penegak hukum akan tindak tegas. "Apabila di Sumsel terjadi kasus kecurangan seperti daging babi yang disulap menjadi daging sapi, maka para pelaku akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya. (ksm)