Warga PALI Diduga Tertipu Penyalur Kerja

Warga PALI Diduga Tertipu Penyalur Kerja
Foto: Sebanyak enam warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gagal berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Mereka diduga ditipu oleh salah perusahaan penyaluran tenagakerja.

Gagal Berangkat ke Taiwan

PALI, MEDIASRIWIJAYA – Sebanyak enam warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gagal berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Mereka diduga ditipu oleh salah perusahaan penyaluran tenagakerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI, Usmandani, menuturkan, jika pihaknya tengah menuju Jakarta untuk mengecek dan menjemput ke-enam warga asal daerah tersebut. “Saya diutus pak Bupati untuk langsung menjemput warga PALI yang terlunta-lunta di Jakarta. Informasinya malah ada enam orang warga, tetapi yang kami dapat dari data kependudukan baru lima orang, yakni Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badanilawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa dan Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal,” katanya, melansir intens.news,  Senin malam (07/10).

Menurut Usmandani, tanggal 20 Juli 2019 mereka mengajukan pindah KTP ke Provinsi Lampung, lalu mengajukan permohonan untuk menjadi TKW ke salah satu perusahaan PJTKI di Jakarta. “Pada saat mendaftar di PJTKI itu, mereka disuruh pindah KTP ke Lampung. Tetapi setelah masuk asrama PJTKI, hingga tiga bulan belum kunjung ada kabar sampai akhirnya ada sidak dari Kemenaker RI ke perusahaan tersebut dan menemukan mereka dengan kondisi memprihatinkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga PALI yang menetap di Jakarta, Subiyanto Puding mengatakan, jika keenam warga yang diduga ditipu perusahaan penyaluran tenagakerja tersebut saat ini dalam kondisi yang aman. “Alhamdulillah, informasi dari tim perlindungan Kemenaker RI, enam orang warga sudah bisa diamankan dan dikeluarkan dari asrama PJTKI PT.XXX. Saya mewakili DPP KSPSI atas permintaan Saudari Leni (salah satu pihak korban),” ujarnya Subiyanto pada salah satu grup Whatsapp masyarakat.

Menurutnya, mereka sudah tiga bulan belum ada kepastian berangkat ke Taiwan, mereka mulai curiga karena ada pemalsuan dokumen kependudukan domisili daru Pali dirubah ke Lampung Timur. “Sekarang mereka sudah diamankan di tempat RPTC milik Kemensos RI, besok akan diserahkan ke Pemda Pali yang diwakili oleh Wabub Pali, Ferdian Laconi dan Kadisnakertrans Pali, Usmandani,” ujarnya.(net)