Warga Gunung Kembang Siaga, Kembali Diguyur Hujan

Warga Gunung Kembang Siaga, Kembali Diguyur Hujan
Suasana rumah warga yang diguyur hujan kembali, Minggu (19/1) membuat cemas terjadi banjir kembali

KIKIM AREA, MEDIASRIWIJAYA -Mulai dari tengah malam, Minggu (19/01/2020) sekitar kurang lebih pukul 24.55 wib, sebagian Kecamatan di Kikim Area kembali diguyur hujan, salah satunya di Desa Gunung Kembang Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan.

Curah hujan yang lumayan lebat membuat intensitas air di Sungai Kikik sedikit meningkat, sehingga menggenangi kembali halaman rumah-rumah sebagian penduduk desa Gunung Kembang yang tinggal di daerah dataran rendah.

Hal ini membuat para warga korban banjir bandang yang terjadi beberapa hari yang lalu, selalu bersiaga di kediamannya masing-masing, dikarenakan mereka takut ada trauma jika terjadi lagi banjir bandang susulan.

Win, salah seorang warga Desa Gunung Kembang yang rumahnya ikut hancur luluh karena dihantam banjir bandang, berharap kepada Pemerintah agar secepatnya bisa membantu untuk merelokasi rumahnya ke tempat yang baru dan lebih aman lagi dari yang sekarang, saat ini mereka sekeluarga menumpang di rumah mertuanya. "Dari tadi malam kami selalu bersiaga, karena hujannya lumayan lebat, lihat saja sungai Kikim, sudah agak naik lagi airnya walaupun baru sedikit, kami takut dan trauma, kalau-kalau terjadi banjir bandang lagi, jadi kami berharap kepada Pemerintah agar secepatnya bisa membantu kami untuk membangun kembali tempat tinggal buat kami Pak. Kami sudah tidak mau lagi tinggal di sini, kami minta dipindahkan ke daerah yang lebih aman dan kali bisa jangan terlalu lama kami menunggu Pak, kasihan keluarga kami, kalau hujan pasti ketakutan, takut terjadi banjir lagi,"urai Win.

Hal senada juga disampaikan langsung boleh Kiki, yang juga rumahnya ikut hancur porak poranda akibat musibah banjir bandang ini, sehingga dia dan keluarganya harus tidur di depan terasnya yang kini ditutupi dengan seng. "Betul Pak, kami sudah tidak mau lagi tinggal di sini, kami mau dipindahkan, rumah kami lihatlah sendiri Pak, sudah hancur dan porak poranda, dari hari pertama sampai sekarang sisa teras ini yang menjadi tempat tinggal keluarga saya Pak. Di sinilah tempat kami tidur dengan alas seadanya, dan di sini tempat kami memasak Pak,"jelas Kiki sambil mengucurkan air mata.(b4r)