Tuntutan Bonus Tahunan tak Digubris,  Pekerja PT Lonsum Sepakat Mogok Massal

Tuntutan Bonus Tahunan tak Digubris,  Pekerja PT Lonsum Sepakat Mogok Massal
IST - pekerja perkebunan PT. Lonsum yang saat ini sangat mengharapkan kejelasan dari pihak managemen kapan bonus tahunan itu cair.

PALEMBANG, MS - Habis sudah kesabaran ribuan pekerja dan karyawan PT London Sumatera (Lonsum) se-Sumsel, bonus tahunan yang dijanjikan oleh pihak managemen perusahaan yang harusnya sudah dibayarkan ternyata tidak sesuai yang diharapkan, bahkan dideadline hingga hari Jumat tepatnya 28 Juni lalu pihak PT. Lonsum berjanji untuk membayarkan bonus tahunan yang harusnya sudah diterima pekerja dan karyawan tetap tak kunjung ada kejelasan pasti. 

Karena hal itulah, tak tak kurang dari 3.000-an pekerja dan 100-an staf PT Lonsum se-Sumsel sepakat akan melakukan aksi mogok kerja massal pada 15-17 Juli 2019 mendatang.

Koordinator aksi mogok kerja PUK SPSI PT. Lonsum, A. Situmorang mengungkapkan bahwa, sebelumnya telah ada sosialisasi kepada pihak PT. Lonsum mengenai mogok kerja massal tersebut yang merupakan suatu bentuk kekesalan para pekerja dan karyawan PT. Lonsum dikarenakan Bonus Tahunan yang dijanjikan tak kunjung mereka terima sampai sekarang. "Kami sudah surati ke-26 ketua PUK SPSI PT Lonsum se-Sumsel. Mereka akan segera mensosialisasikan prihal mogok kerja tersebut. Termasuk surat pemberitahuannya sudah kami tembuskan ke Polda Sumsel dan Disnakertrans Sumsel," ungkap Morang, Rabu (3/7).

Disampaikannya, banyak dampak dari belum dibayarkannya bonus tahunan yang dijanjikan oleh menajemen PT Lonsum bakal meluas sekaligus menyengsarakan pekerja dan keluarganya. Betapa tidak, bonus yang merupakan hak normatif pekerja yang merupakan tradisi sejak berdirinya PT Lonsum puluhan tahun silam ini sangat diharapkan pekerja. "Dengan besaran bonus yang mencapai tiga hingga empat kali gaji merupakan dana simpanan bagi pekerja. Terutama untuk membiayai uang sekolah dan kuliah anak-mereka. Apabila ini tak dibayarkan akan ada ribuan anak-anak pekerja PT Lonsum yang terpaksa drop out dari sekolah ataupun dari tempat kuliahnya," urainya yang masih berharap ada itikad baik dari manajemen PT Lonsum untuk membayarkan bonus pekerja sebelum tanggal 14 Juli ini.

Kekecewaan senada disampaikan pula oleh Ketua PUK SPSI Sei Gemang Estate Muratara, Wiwin Saputra berharap instansi terkait dalam hal ini Disnakertrans Sumsel untuk campur tangan dan memfasilitasi tuntutan pembayaran bonus tahunan karyawan PT Lonsum ini. "Merujuk Pasal 141 ayat dua UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang isinya sebelum, selama dan sesudah mogok kerja berlangsung instansi terkait wajib mempertemukan dan merundingkan permasalahan antara pihak yang berselisih. Dalam hal ini antara pekerja dengan manajemen PT Lonsum," imbuhnya. 

Tak hanya soal bonus tahunan, beberapa tuntutan yang pernah dilayangkan pekerja kepada manajemen PT Lonsum adalah soal ekstra pudding dan pengadaan pakaian seragam serta Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja di kebun.

Terkait rencana mogok massal, Wiwin menyebut tak hanya di Sumsel rencana mogok massal ini juga akan digelar pekerja PT Lonsum di berbagai daerah. "Yang sudah konfirm bakal demo itu dari pekerja PT Lonsum Medan. Nanti bakal menyusul daerah lainnya," ucapnya.

Dikonfirmasi terkait masalah ini, perwakilan manajemen PT Lonsum, Ahmad Fauzi mempersilahkan karena itu haknya pekerja yang diatur UU. "Sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan bonus tersebut akan dibayarkan. Kami juga masih menunggu putusan manajemen," ucapnya.(Fdl)