Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Ditahan Dua Kali Mangkir

Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Ditahan  Dua Kali Mangkir
Tersangka Korupsi H Rusli Ilyas saat masuk mobil tahanan Kejari OKU Timur, untuk ditahan di Cabang Rutan Martpura. (Foto ist)

OKUT, MS - Wakil Direktur CV Echario Pratama H Rusli Ilyas (52), tersangka kasus korupsi pembangunan jalan lingkungan Desa Anyar, Desa Surya Menang, Desa Rawasari, Desa Pandan Sari, Desa Sri Bulan Kecamatan BP Bangsaraja, dari PU Cipta Karya Sumsel akhirnya ditahan oleh penyidik Kejari OKU Timur, Rabu (18/09).

Sebelumnya warga Komplek Bougenville Blok AA Rt 016/005 Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang ini sempat dua kali mangkir dari panggilan penyidik. Setelah memenuhi panggilan ketiga kalinya, tersangka langsung ditahan.

Rusli Ilyas merupakan  tersangka korupsi jalan provinsi dana aspiasi DPRD Sumsel APBD Provinsi 2016 senilai Rp1,3 miliar ini  datang memenuhi panggilan penyidik dengan didampingi pengacara DR Bahrul Yakup SH, MH. Palembang international  Law Office, melansir globalplanet.

Kuasa hukum tersangka, DR Bahrul Yakup SH, MH dari kantor  Palembang international Law Office, mengatakan,  bahwa pihaknya tengah mengajukan permohonan penangguhan penahanan karena tersangka mengalami sakit kanker getah bening dan akan mengembalikan kerugian negara dalam estimasi kejaksaan Rp300 juta.

Dia menambahkan, ada sertifikat rumah dan uang Rp40 juta sebagai pengganti uang negara.  Panggilan pertama tidak sampai karena ditujukan ke alamat yang lama sedangkan tersangka tidak lagi berdomisili disitu dan yang kedua yang bersangkutan sakit. Kooperatif dengan mengembalikan keuangan negara.

"Klien kita ditahan dan kita hormati akan dikaji untuk melakukan pemohonan yang lain, karena sakit sehingga kita juga berharap untuk dilakukan perawatan," tambahnya.

Kejari OKU Timur Ismaya Herawardanie SH, M.Hum, didampingi Kasi Pidsus kejari OKU Timur M Alvinsa Yudhi Utama SH M.Hum, menambahkan, tersangka ditahan di Cabang Rutan Martapura selama 20 hari.
Penahanan dilakukan karena tidak ingin proses terhambat saat tersangka tidak kooperatif

Kerugian negara Rp308 juta lebih, tersangka diancam dengan pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

 "Tersangka menitipkan uang Rp40 juta kami akan setorkan, harapan kami agar dikembalikan seluruhnya dan akan diserahkan kepada negara," ungkapnya.(net)