Tanggapi Isu Pemotongan Uang Kandang

Tanggapi Isu Pemotongan Uang Kandang
Salah satu kandang ternak bantuan Kementerian Pertanian.(foto ist)

OKI, MEDIASRIWIJAYA - Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berupa uang kandang sebesar Rp500.000 per Rumah Tangga Miskin (RTM), disejumlah desa seperti di Desa Muara Baru, Tanjung Serang maupun desa lainnya diduga disunat.

Menanggapi hal itu, Kepala Disbunak OKI, Aris Panani mengatakan pemotongan uang kandang itu tergantung kesepakatan.

"Kalau mau dikoordinir, ya silakan. Uang Rp500.000 itu, untuk kandang. Kita tanya, mau dibelikan wadah minum dan makan. Tergantung kesepakatan," katanya, melansir globalplanet, kemarin.

Dia mengklaim pihaknya sebatas mengecek keberadaan penerima saja, apakah berhak menerima bantuan ini atau tidak. Sementara penerima itu mengacu pada data dari Kementerian Sosial.

"Ayam petelur itu memproduksi telur selama 280 hari. Kami harap bantuan ini dapat berkelanjutan," kata Aris seraya mengatakan tercatat tahun ini ada sekitar 300.000 ekor ayam petelur yang diperuntukkan bagi sekitar 5.900 KK yang tersebar di desa dalam Kabupaten OKI. 

Dijelaskan Aris, tugas Disbunnak, memverifikasi bersama-sama staf veteriner bukit tinggi dan UPKK ke tingkat desa dari data yg berdasarkan dari Kementrian sosial, khusus untuk yang bermata pencarian petani dan peternak, lalu diverifikasi lagi ke lapangan di lihat kembali apa layak atau tidak untuk menerima ayam dan kandang Termasuk bersama veteriner bukit tinggi memberikan pembinaan dan pelayanan kesehatan ayamnya juga.

"Program ini merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu kementerian pertanian, kementerian sosial dan kementerian Desa dan PDT," terangnya.

Sementara informasih yang beredar, pemotongan uang yang diduga dilakukan oknum kepala desa (kades) tersebut bervariasi, mulai dari Rp80.000 hingga Rp190.000 dari bantuan yang diberikan Kementan sebesar Rp500.000 dengan dalih untuk pembelian wadah pakan dan wadah minum.

Selain pemotongan, penerima juga mengeluhkan kuantitas bantuan ekor ayam. Semestinya satu KK menerima 50 ekor ayam, namun realitanya tiga KK hanya menerima 50 ekor ayam.

Sebagian besar penerima bantuan berharap pemerintah kabuaten (Pemkab) OKI, dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) OKI dapat kooferatif dan profesional dalam mengawasi pemberian bantuan tersebut.

"Disini kami (3 KK) menerima 50 ayam petelur maupun pejantan, termasuk uang untuk membuat kandang. Tapi, kena potong untuk pembelian wadah pakan dan minum sebesar Rp190.000. Ya, kami hanya menerima Rp310.000 per KK," ujar Har, salah satu warga Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, OKI, belum lama ini.

Menurut dia, pemotongan uang pembuatan kandang itu jelas dinilai sangat memberatkan. Menginggat pembuatan kandang ayam memerlukan biaya cukup besar.

Rata-rata, kata dia, bantuan ternak ayam petelur itu tak berlangsung lama dan para penerima kembali mrlakukan aktivitas seperti biasa. (net)